Bupati Bogor Minta DBMP Beli Hotmix Di PPE

Bupati Bogor Nurhayanti meminta kepada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor untuk membeli Hotmix ke PT. Prayoga Pertambangan dan Energi (PT.PPE). Hal ini disampaikan Bupati ketika membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2015 di Taman Budaya Sentul City, Kamis (11/08/2016) kemarin.

Kuatnya persaingan dalam penjualan Hotmix, dan sebagai salah satu memanfaatkan potensi daerah, untuk kepentingan daerah, Bupati Bogor Nurhayati secara tegas menyatakan kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Bogor Eddy Wardani untuk mendorong pengusaha dan kontraktor membeli produk Hotmix di PPE.

“ Belanja hotmix atau aspal jangan kemana-mana dulu, kita sudah punya PPE, kita manfaatkan dulu potensi yang ada di PPE. Saya berharap kita bisa saling membesarkan,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Nurhayanti, PT.PPE harus tetap berpedoman dan berpegang pada business plan 5 tahunan. “PPE harus fokus pada bisnis yang ada, jangan kemana mana dulu,” ujarnya.

Bupati Bogor pun tidak melarang PPE mengembangkan bisnisnya. “Silahkan saja PPE mengembangkan bisnis lainnya, tapi permodalan dalam mengembangkan bisnis tersebut jangan dari modal PPE,” jelasnya.

Masalah-masalah lainnya, lanjut Nurhayanti, segera diselesaikan terutama indikasi tumpang tindih lahan antara PT. PPE dan Perhutani yang saat ini sudah sampai pada tahap rekonstruski tapal batas. Dan Bupati Bogor berharap, pada tahun buku 2018 PPE sudah bisa memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah selaku pemegang saham mayoritas.

Di tempat yang sama Direktur Utama PT. PPE, Radjab Tampubolon menyampaikan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada Bupati Bogor , dan semua SKPD, Direksi BUMD Kabupaten Bogor yang telah menyempatkan hadir pada RUPS tahun buku 2015 ini. Hal ini disampaikan ketika memberikan sambutan pada acara tersebut.

Sejak berdirinya PT. PPE pada tahun 2012, beberapa hal telah kita buat. Menyiapkan bisnis-bisnis kedepan, baik itu perizinan, administrasi, dibidang pengadaan aset serta di bidang produksi dan pemasaran. AMP kita sudah sertifikasi nasional artinya apakah itu proyek APBN, propinsi, kota dan kabupaten, bisa disuplai. “AMP kita mulai tahun 2014, sekarang sudah mulai produksi. Bahkan, AMP kita sudah mampu melayani konsumen sampai menggelar dilapangan. Dan tahun ini kita targetkan produksi 50.000 ton,” ungkap Radjab.

Selain AMP, Tambah Radjab, Quarry Gunung Bitung saat ini sudah produksi, dan sudah bisa kirim ke AMP Sentul. “kita targetkan tahun ini 350 meterkubik. Untuk kebutuhan sendiri 60.000 meterkubik, dan insyaAllah sisanya bisa kita jual ke pihak ketiga, insyaAlloh peminatnya lumayan banyak,” tandasnya.

Dengan adanya produksi agregat ini, Lanjut Radjab, kita sudah berhasil menurunkan harga pokok yang selama ini mungkin dikeluhkan kontraktor karena harga Hotmix di Prayoga katanya masih terlalu mahal, sekarang turun signifikan antara 80.000 sampai 125.000 per ton. “Dan kita berharap dengan adanya penurunan ini, kontraktor akan lebih banyak lagi memesan hotmix ke PPE. Selain itu InsyaAllah akhir tahun ini kita akan buka quarry di Cariu, sudah dipersiapkan. Mudah-mudahan tiada kendala sehingga produksi batuan kita akan semakin baik. Sesuai amanat Bupati Bogor tahun ini kami fokus pada tiga bisnis yang ada sesuai amanat Ibu selaku Bupati Bogor dan pemegang saham. Yang lainnya adalah pengembangan bisnis yang tidak melibatkan dengan permodalan dari PPE. Salah satu yang direncanakan sekarang adalah PLTSA,” ungkapnya. (Sofwan Ali)

Related posts

Leave a Comment