Pemkab Bogor Jalin Kerjasama Dengan Usaid Iuwash Plus

Pemkab Bogor Jalin Kerjasama Dengan Usaid Iuwash Plus

Cibinong |kabarindoraya.com

Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bogor menjalin kerjasama dengan Usaid Iuwash Plus dalam rangka pemenuhan target akses universal- RPJMN 2019 dan menyonsong Sustainable Develoment Goals 2030, dalam kegiatan visioning Workshop pembangunan sektor  air minum dan sanitasi Kabupaten Bogor, yang bertempat di Ruang Serbaguna 1 Geding Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, pada Selasa (12/9/17).

Dalam sambutannya Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti mengatakan bahwa air minum dan sanitasi adalah bagian dari pelayanan dasar masyarakat yang merupakan salah satu urusan wajib Pemerintah Daerah, tersedianya akses air bersih yang aman dan akses sanitasi yang memadai merupakan hak dasar warga yang diupayakan dan dipenuhi.

“Tidak saja untuk meningkatkan derajat kesehtan dan kualitas hidup, tetapi pada akhirnya juga berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat secara menyeluruh, termasuk yang berpenghasilan rendah,” katanya.

Ia juga mengatakan percepatan pembangunan sektor air minum dan sanitasi sesuai amanat RPJMN 2014-2019 merupakan kegiatan yang harus diprioritaskan di daerah.  Kebijakan ini sejalan dengan agenda Global Sustainable Development Goals yang disepakati pada oktober 2015 oleh negara negar anggota PBB termasuk Indonesia, khususnya tujuan  keenam, yaitu memastikan ketersediaan dan pengelolaan air bersih dan sanitasi bagi semua dan berkelanjutan.

“Air minum dan sanitasi merupakan bidang pembangunan yang juga menjadi prioritas di Kabupaten Bogor sepert tercermin dalam misi dan arah kebijakan pembangunan lima tahun daerah yaitu. Meningkatkan integrase, koneksitas, kualitas dan kuantitas infrastruktur wilayah dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan,” tambahnya.

Nurhayanti mengungkapkan Kabupaten Bogor merupakan wilayah terluas di Jawa Barat yang mencakup wilayah perkotaan dan perdesaan. Laju pembangunan terutama industry menyebabkan perkembangan wilayah perkotaan yang cukup pesat, sehingga lebih dari 85% penduduk menempati wilayah perkotaan. Situasi ini memerlukan dukungan  fasilitas perkotaan, diantaranya layanan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan sarana sanitasi yang memadai. Namun sejauh ini, kecepatan daerah dalam memnuhi kebutuhan layanan dasar warga masih belum seimbang dengan laju perkembangan perkotaan.

“Cakupan dan kualitas pelayanan masih harus ditingkatkan untuk mengejar target akses universal 100 % akses air minum aman dan 100% akses sanitasi yang memadai,” ungkapnya.

Sementara itu Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah, menjelaskan bahawa program ini membantu Pemerintah Indonesia dalam pencapaian target Universal Akses 100-0-100 pada 2019 dan SDG’s 2030 Pencapaian Unversal Akses terutama pada masyarakat perkotaan dan peri-urban yang berada di kelompok “B40” (Kelompok 40% dengan tingkat kesejahteraan terendah nasional) dan program ini bukan bertujuan untuk mengurangi kemiskinan tetapi menyumbang untuk perbaikan kesejahteran masyarakat khususnya untuk akses terhadap air minum dan sanitasi yang layak yang secara lebih luas akan mendukung perbaikan derajat kesehatan masyarakat.

“Tujuan dan Target Utama Program IUWASH PLUSSatu juta penduduk perkotaan mendapatkan akses air minum dimana separuh atau 500,000 adalah penduduk dari kelompok yang berada dalam 40% tingkat kesejahteraan terendah (B40)dari total populasi dan 500,000 penduduk perkotaan mendapat akses sanitasi yang layak, dimana keseluruhannya berada pada tingkat 40% kesejahteraan terendah (B40)dari total populasi dan 250,000 penduduk mendapatkan akses ke layanan sedot lumpur tinja dan dikelola dengan aman,” tandasnya. (Zoel/ist)

Related posts

Leave a Comment