8 views

PDPPJ Ambil Alih Pasar TU Kemang

PDPPJ Ambil Alih Pasar TU Kemang

Bogor | kabarindoraya.com

Setelah sekian tahun Pasar Tekhnik Umum (TU) Kemang dikuasai oleh PT Galvindo Ampuh, PD Pasar Pakuan Jaya sejak 1 Desember 2017, sudah melakukan upaya mengambil alih hak pengelolaan Pasar TU Kemang. Namun upaya itu belum membuahkan hasil, karena mendapatkan perlawanan dan gesekan dari pihak PT Galvindo.

Pasar TU Kemang dibangun oleh PT Galvindo Ampuh pada tahun 2001 berdasarkan perjanjian antara Pemerintah kota Bogor dan PT Galvindo Ampuh, nomor 644/SP.03-HUK/2001-39/SP/GA-BGR/AGS/Xl/2001, tentang penerimaan sumbangan tanah dan bangunan Pasar beserta fasilitas penunjang lainnya seluas 31.975 m2 yang belokasi di Jalan SoIeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.

Dimana persoalan pengelolaan Pasar sudah seharusnya menjadi kewenangan PD Pasar Pakuan Jaya dengan nomor 591.45-14 Tahun 2012 tentang penunjukan pengelolaan pasar di lingkungan Pemkot. Pengelolaan Pasar yang dilakukan oleh PT Galvindo Ampuh berlaku selama 6 tahun terhitung sejak 14 Agustus 2001 dan berakhir pada 14 Agustus 2007, sehingga sudah seharusnya sejak 14 Agustus 2007 Pasar Teknik Umum sudah diserahkan kepada Pemerintah Kota Bogor.

“Dengan Adanya SK Walikota tersebut, PD Pasar Pakuan Jaya berhak melakukan pengelolaan Pasar di Pasar Tekhnik Umum, karena PT Galvindo Ampuh sudah berakhir masa pengelolaannya pada tahun 2007,” ungkap Dirops PDPPJ, Syuhaeri.

Tapi Fakta pada saat ini yang terjadi, lanjut Syuhaeri, adalah PT Galvindo Ampuh masih melakukan pengelolaan dan pemungutan biaya di Pasar Tekhnik Umum, maka PT galvindo Ampuh telah melakukan perbuatan melawan hukum karena melakukan pengelolaan pasar tanpa hak.

“Perlu kami sampaikan bahwa PT. Galvindo Ampuh sampai saat ini masih melakukan pengelolaan di Pasar Teknik Umum dengan melakukan pungutan biaya pengelolaan, perparkiran, bongkar muat, pengelolaan MCK, pengelolaan listrik, pengelolaan kebersihan, pengelolaan keamanan, dan lain lain. Sehingga atas dasar hal tersebut PDPPJ telah melaporkan PT Galvindo kepada Polresta Bogor Kota pada tanggal 3 januari 2018,” tegas Syuhaeri.

Selain itu, PDPPJ juga melaporkan adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh Paguyuban Solidaritas Pedagang Pasar Tekhnik Umum yang telah melakukan pungutan kepada pedagang pasar. “Maka dengan itu adanya kerugian yang besar selama ini mereka pungut/tagih. Kami berkesimpulan apa yang dilakukan oleh PT Galvindo Ampuh sudah masuk kategori pungutan liar selama 10 tahun terhitung sejak Agustus 2007 s/d sekarang dan begitupula dengan Paguyuban Soloidaritas Pedagang Pasar,” jelasnya.

Saat ini di Pasar TU Kemang, ada sebanyak 1200 pedagang kios dan los dengan potensi yang diperkirakan los dari 2007 hingga 2017 sebesar Rp 75 miliar sampai Rp 100 milyar. PDPPJ juga sudah menyiapkan tim hukum untuk menangani kasus Pasar TU Kemang.

“Kita sudah menyiapkan tim ahli hukum untuk menghadapi proses hukum pasar TU Kemang ini. Untuk menghindari gesekan di Pasar TU Kemang, akan diminimalisir dengan langkah persuasif dan obyektif. Bagi mereka yang menggantungkan hidupnya di Pasar TU Kemang, mereka tetap bisa melakukan aktifitas seperti biasanya, karena yang diambil alih adalah pengambil alihan hak pengelolaan Pasar TU Kemang. Kami menghimbau kepada seluruh pelaksana di lapangan tidak perlu resak, karena mereka tetap bekerja seperti biasanya,” pungkasnya. (Gi/zoel)

Related posts

Leave a Comment