Berita Daerah Bogor Raya Headline Hukum Kab Bogor Kabar Daerah Nasional News Pemerintahan Politik Teropong Warga 

Bupati Bakal Stop Perijinan Penambang Liar di Kecamatan Cariu

103 Views

Cariu Kabarindoraya.com- Pemkab Bogor menyikapi serius keresahan yang dialami oleh warga Kecamatan Cariu terhadap adanya akitivitas galian yang merusak lingkungan dan jalan raya milik provinsi. Tidak sampai disitu, Bupati Ade Munawaroh Yasin (AY) menegaskan tidak akan memberikan rekomendasi terkait perijinan penambangan galian C di wilayah Bogor Timur.

“Kami akan langsung mengecek masalah perijinannya, saya dengan wakil Bupati sudah komitmen tidak akan memberikan rekomendasi untuk proses perijinan galian C. Siapapun penambangnya harus ditutup. Meskipun ada ijin dari Provinsi Jawa Barat, akan segera kami usulkan ke Provinsi agar segera batalkan,” tegas Bupati AY, saat menghadiri Saba Warga rabu keliling (Boling) di Halaman Kantor UPT Pertanian Cariu, Rabu (13/3/2019).

Ia berjanji akan menciptakan kondisifitas untuk warga Kecamatan Cariu, selain itu AY juga mengajak kepada warga agar tidak takut perhadap para pengusaha penambang liar yang telah merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.

“Jadi jangan khawatir atau takut, galian yang merusak lingkungan akan kami larang, termasuk penolakan Kalau berdampak negatif pasti kami akan berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Seperti diketahui, Satpol PP Kabupaten Bogor sempat menutup satu penambang liar di Kampung Nameng, Desa Kembangkuning, Kecamatan Cariu yang dinilai meresahkan dan mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan, Rabu (28/11/2018) silam.

Ironisnya, dari tiga penambang yang aktif beroperasi, hanya satu penambang tanah uruk yang ditutup. Sementara galian tanah clay milik PT Mitra Kartika Karya (MKK) di Kampung Dogol, Desa Cibatu Tiga yang hanya berjarak 100 meter tetap dibiarkan beroperasi.

“Iya, Satpol PP telah menutup penambang liar di Kecamatan Cariu, tepatnya Kampung Nameng, Desa Kembangkuning. Kenapa kami tutup, karena penambang nakal tetap beroperasi dan tidak mempedulikan lingkungan,” ungkap Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Kabupaten Bogor, Ruslan.

Saat ditanya kenapa hanya satu penambang liar yang ditutup, sementara di Kecamatan Cariu ada tiga penambang liar yang jelas-jelas masih beroperasi tidak ditutup Satpol PP Kabupaten Bogor. Ruslan berdalih penambang liar yang dua masih mengikuti peraturan. Sementara galian tanah di Kampung Nameng tetap tidak menggubris teguran yang sudah dilayangkan kepada pengusahanya.

“Kalau penambang PT MKK, saat musim hujan tidak beroperasi. Tapi yang galian tanah uruk ini mengabaikan surat teguran dari kami dan malah membuat resah warga lantaran jalan dipenuhi tanah dan menjadi licin,” ujarnya.(Sofwan/Hasbie)

Related posts

Leave a Comment