Bogor Raya Headline Nasional News 

KPA Kota Bogor Himbau Masyarakat Terutama Kaum Ibu Untuk Cek Darah HIV AIDS

25 Views

Bogor | Kabarindoraya.com

Jaringan Indonesia Positif (JIP) Wilayah Bogor bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bogor mengadakan pertemuan bersama awak media dengan tujuan memperkuat jejaring dengan mitra media untuk mengurangi atau meminimalisir stigma dan diskriminasi dalam isu HIV AIDS serta memaksimalkan peran dan pelibatan mitra media dalam mensosialisasikan dan menyebarkan informasi yang ada terkait pencegahan, penanggulangan serta pengobatan HIV dan AIDS di Indonesia.

Bertempat di My Seafood Resto, Jalan Padjajaran Indah, Kecamatan Bogor Timur, pertemuan dihadiri oleh PEKA, PKNB, Sahira, G Life, IU Lekas, Granat, IKAI Jabar, ACS/IAC, KP Kotex Mandiri dan para awak media.

Pada kesempatan itu, Ketua KPA Kota Bogor, Iwan Suryawan mengatakan, pertemuan ini diinisiasi oleh JIP wilayah Bogor, dimana memang harus ada hubungan kemitraan terutama KPA dengan awak media karena media ini sangat penting untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, diadakannya pertemuan ini untuk mensinergikan antara lembaga pemerintah dengan Lembaga Swadaya Masyarajat (LSM) serta media massa,” ucapnya, Kamis (14/3/19).

Kasus HIV AIDS di Kota Bogor, lanjutnya, setiap tahunnya mengalami penurunan. Namun, penurunan ini masih bisa dilakukan dengan terus menerus bergerak terjun kemasyarakat, memberikan edukasi dan pencegahan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan stake holder lainnya.

“Selain memberikan edukasi dan pencegahan di masyarakat, kita juga melakukan tindakan penanggulangan dengan menyisir kelompok populasi kunci diantaranya para pengguna narkoba, gay, transgender dan Wanita Tua Susila (WTS),” ungkapnya.

Namun demikian, lanjutnya, ada yang menarik dari populasi kunci ini yakni pelanggan. Pelanggan ini tidak bisa diketahui, tetapi inilah yang menjadi faktor salah satu penyebab Ibu Rumah Tangga (IRT) terkena HIV AIDS, sehingga virus ini sekarang telah bergeser ke IRT bahkan seorang anak. “Oleh sebab itu, persoalan ini yang sedang dihadapi sekarang,” ujarnya.

KPA pun menghimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan pemeriksaan darah untuk HIV AIDS ke puskesmas terdekat. Meskipun saat pengecekan hasilnya negatif, tetap harus mengecek kembali pada 3 bulan berikutnya sampai benar benar hasilnya negatif.

 

Sementara itu, Focal Point JIP wilayah Bogor, Ihsan Purnama berharap melalui pertemuan ini masyarakat tidak berpandang negatif terhadap seseorang yang terkena HIV AIDS. Memang HIV AIDS ini menular, tetapi Ia menegaskan, penularan HIV AIDS ini hanya pada proses proses tertentu seperti berhubungan intim, berganti jarum suntik dan dari ibu ke anak.

“Jadi jangan diartikan bahwa HIV AIDS ini bisa menular tanpa ada proses proses tersebut, dan seseorang yang terkena HIV AIDS pun sama seperti masyarakat normal pada umumnya,” tegasnya.

Terkait pergeseran penularan HIV AIDS kepada IRT dan anak, JIP menghimbau kepada masyarakat untuk ikut serta pada program pemerintah yang ada di puskesmas yakni Prevention Mother to Child Transmission (PMTCT) sehingga bisa mencegah penularannya.

“Misal, jika seorang IRT positif terkena HIV AIDS, dengan melakukan program PMTC tersebut dimungkinkan anaknya tidak akan tertular atau hasilnya negatif, dengan seperti itu tentu tidak akan menambah populasi untuk kasus HIV AIDS yang baru,” katanya.

(Gie)

Related posts

Leave a Comment