Bogor | Kabarindoraya.com

Dihari yang ke-18 bulan Ramadhan 1422 H, Bupati Bogor Hj. Ade Yasin gelar buka bersama 21 Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) Kabupaten Bogor bertempat di Pendopo Tegar Beriman Cibinong Bogor pada hari Jum’at lalu (30/04/’21).

Acara bukber yang digelar Bupati Ade Yasin selaku tuan rumah didampingi Kadisnaker Kabupaten Bogor Zaenal Ashari dan Gus Udin. Dalam kesempatan tersebut terlihat hadir pula Kapolres Bogor AKBP Harun, S.I.K., S.H. beserta Dandim 0621 Letkol Infantri Syukur Hermanto.

Menjelang waktu buka puasa, dalam sambutannya yang singkat Bupati Ade Yasin selain minta maaf atas keterlambatannya juga memperkenalkan Kapolres baru kepada undangan 21 SP/SB. “Saya selaku tuan rumah tentunya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para undangan, kebetulan selain agenda yang telah dijadwalkan hari ini, saya harus menghadiri dulu rapat Paripurna di Kantor DPRD,” paparnya.

“Saya menganggap acara hari ini dua-duanya penting dan tidak mungkin salah satu harus saya batalkan, apalagi acara ini saya selaku tuan rumah. Dalam kesempatan ini juga saya memperkenalkan kepada undangan terutama SP/SB, Kapolres kita yang baru. Pada pertemuan kita bulan Oktober lalu dengan 21 SP/SB masih dihadiri Kapolres lama,” lanjutnya.

Sangat disayangkan acara buka bersama kali ini yang digelar Bupati telah tercoreng oleh keteledoran atau juga mungkin kesengajaan yang diduga dilakukan oknum pihak penyelenggara dan berbuntut polemik, masalahnya “tali asih” Bupati Bogor sebagaimana tahun sebelumnya yang diperuntukkan 21 SP/SB “menguap”, ada 6 DPC SP/SB yang tidak menerimanya. Tentunya hal ini menimbulkan kekecewaan dan merasa diperlakukan tidak adil. “Kami tentunya kecewa atas perlakuan ini, seperti tahun lalu “tali asih” Bupati salah satunya diperuntukkan 21 DPC SP/SB disalurkan merata. Untuk tahun ini kok ada 6 DPC yang tidak menerima, kalau dikasih satu ya harus dikasih semua dan kalau pun tidak dikasih ya semua juga jangan dikasih,” ujar salah satu perwakilan SP/SB yang tidak menerima.

Ketika perwakilan mereka mencoba konfirmasi kepada pihak penyelengara dan pelaksana, nampak terkesan menutup-nutupi dan mengelak. Terkait kejadian tersebut, pihak perwakilan SP/SB menduga ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh oknum tertentu untuk keuntungan pribadi atau kelompoknya tanpa sepengetahuan Bupati dan hal ini akan menjadi preseden kurang bagus untuk Bupati sendiri.

(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here