Bogor |  Kabarindoraya.com

Dengan adanya operasi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh pihak badan pengawas obat dan makanan Republik Indonesia (BPOM-RI)dari pemilik home industri Tahu berlokasi Desa Waru Jaya Kecamatan Parung Kabupaten Bogor yang diduga dicampur dengan formalin itu pada waktu lalu,ternyata pengusaha rumahan tersebut memproduksi kembali seperti biasanya,kami tetap memproduksi walaupun sudah di Police line.

“Memang benar esoknya kami tetap beroperasi setelah ada penggerebekan, akan tetapi tidak lagi memakai formalin. sekarang kami diperbolehkan memproduksi hanya memakai jenis campuran Palata yang di refrensikan oleh salah satu Badan pengawas.

Taat dengan adanya aturan,memang dari kesalahan yang diperbuat tidak akan kembali terjadi.

“Selalu mengikuti prosedur apa yang sudah diarahkan olehnya,Kami tetap menunggu dari keputusan dan mentaati dari aturan Pemerintah,”Kata Yuni yang mengaku Seketaris itu kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Lebih lanjut dia juga berharap,memohon agar usaha tetap berjalan.”Bagaimana lagi saya pak,sedangkan pelanggan sudah pada kabur dan karyawan kamipun sebagian pulang,ya itulah sudah resiko apa yang kami telah perbuat,tetapi kami belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut,” Ungkapnya.

Diketahui dilokasi home industri tahu masih ada terlilit Garis Line PPNS, sementara usaha yang dilarang itu dalam kegiatan memproduksi.

“Tempat terpisah Kasat Pol.PP Kabupaten Bogor Cecep Imam N menjelaskan,bahwa pada waktu itu penyegelan saya lagi ada di Bandung,bahkan pihak BPOM meminta bantuan anggota Sat Pol.PP Untuk lakukan pengamanan.

Untuk perlu diketahui bahwa yang melakukan menyegel tempat makanan ber formalin itu bukan dari pihak kami Sat Pol PP Melainkan dari Pihak BPOM,” Tegas Cecep

 

(Rudi.Harahap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here