Bogor | Kabarindoraya.com

Belasan Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Universitas Pakuan (KM Univ. Pakuan) menggelar aksi Diam, Kamis (24/9/20).

Aksi masa dimulai dari Kampus Pakuan pukul 14:00 WIB dengan melakukan aksi Long March melalui Jl. Cidangiang, kemudian berkumpul di Tugu Kujang Kota Bogor.

Koordinator Aksi Roby mengatakan aksi diam  ini menuntut beberapa point fundamental.

“Aksi kami menyuarakan suara rakyat, dengan tuntutan sebagai berikut.” Ucapnya,

1. Kami menuntut untuk jagal Omnibus Law sampai Gagal.

2. Menuntut Divpropam untuk dapat melakukan penyelidikan serta memberikan sanksi kepada para oknum kepolisian Polresta bogor yang melakukan tindakan repressif kepada masa aksi pada tanggal 20 September 2019 di depan Terminal Baranangsiang dan pula rekan-rekan mahasiswa setanah air yang gugur di saat aksi di bulan september.

Belum cukup disitu, Zayen salah satu masa aksi juga menambahkan banyak permasalahan-permasalahan yang masih berputar dikota Bogor.

“Kami juga sampaikan tuntutan kami untuk pemerintah kota Bogor.” Ungkap zayen.

Tuntutannya pun tertuang dalam release yang diterima awak media kabarindoraya.com, diantaranya.

1. Menuntut Pemerintahan kota bogor untuk fokus menangani penyebaran dengan mengintruksikan langsung kepada Lembaga ad-hoc yang di bentuk untuk menangani Penyebaran covid-19 kota bogor untuk melaksanakan Undang-undang karantina kesehatan yang telah dijabarkan diatas, menuntut Pemerintah Kota Bogor dapat bertanggung jawab dan pula berkewajiban untuk menangani penyebaran covid-19 di kota bogor dengan memantau langsung kelapangan, baik dalam  tingkat penanganan maupun pencegahan penyebaran ataupun data yang manipulative, untuk menggerakan seluruh pejabat kota bogor untuk bersama-sama mengawasi dan mencegah penyebaran covid-19 di kota bogor.

2. Pemerintah Kota Bogor untuk memberikan bantuan secara maksimal kepada masyarakat kota bogor untuk membantu perekonomian masyarakat kota bogor yang terdampak Pandemi, sesuai dengan aturan UU karantina kesehatan yang mengatur pada kewajiban pemerintahan tingkat kota/ kabupaten.

3. Menuntut kepada Kejaksaan Negeri Kota Bogor, agar serius dalam membongkar kasus korupsi Dana BOS di Kota Bogor sampai berujung pada terungkapnya aktor intelektual yang berperan dalam kasus ini.

Aksi unjuk rasa yang dengan tagar Bogor darurat Korupsi itu berjalan kondusif dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, Sepulangnya masa aksi kembali ke kampus pukul 16.30 WIB.

(Sihol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here