Berita Daerah Bogor Raya Headline Nasional News 

Catut Biro Travel Ternama, Investasi Tiketing Bodong Tipu Miliaran Rupiah

122 Views

 

Bogor | Kabarindoraya.com

Korban penipuan investasi tiketing Roosman Koeshendarto mendatangi Satreskrim Polresta Bogor Kota di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor pada Kamis (28/11) sore.

Roosman datang bersama korban penipuan lainnya yang sudah melaporkan RM di Polda Metro Jaya. Total kerugian untuk para korban yang melapor di Polresta Bogor Kota mencapai Rp11 miliar.

Kuasa Hukum Roosman, Khusnul Na’im mengatakan, pada hari ini pihaknya mendapatkan informasi bahwa terlapor sudah ditahan oleh pihak Polresta Bogor Kota. Setelah dicek ternyata memang betul sehingga dirinya memberikan apresiasi kepada Polresta Bogor Kota.

“Kami melaporkan RM pada tanggal 19 November 2018 ke Mako Polresta Bogor Kota. Menurut saya ini sudah ditangani dengan baik oleh pihak kepolisian, namun harapan kami sebagai pihak kuasa hukum memberikan support kepada pihak Polresta agar tetap melakukan proses,” ungkap Kusnul.

Khusnul melanjutkan, dalam perkara ini korbannya tidak sedikit dan nilainya mencapai miliaran rupiah, sehingga dirinya tetap mengawal sampai di prosesnya perkara tindak pidana pencucian uang (tppu) ini.

Diakui dia, modus penipuan tersebut, pelaku menjanjikan memberikan keuntungan yang luar biasa dengan mencatut nama beberapa biro perjalanan ternama, diantaranya Antavaya.

“Investasinya yaitu tiket kunjungan ke luar negeri secara face to face oleh terlapor. Sampai saat ini karena beberapa biro yang sudah diperiksa oleh pihak polresta tidak mengenal nama terlapor yakni RM. Modusnya berawal dari menjadi teman dan mendekatkan diri, ketika akrab menawarkan bisnis,” tambahnya.

Sementara itu, Korban Roosman mengatakan, awal kenal dengan RM dirujuk sodaranya bernama Feri yang sudah bekerjasama dengan terlapor. Awalnya bertiga, tapi ketika modal dan keuntungan sudah Rp700 juta dilepaskan ke RM. Hingga saat ini dirinya merugi sekitar Rp9,7 miliar.

RM merupakan pelaku penipuan berkedok investasi yang mengaku sebagai agen PT AntaVaya Corporate Travel. Karena setelah dicek ternyata pihak Antavaya tidak kenal dengan RM.

“Saya mulai sekitar akhir tahun 2017, itu juga bersama Feri menjalin kerjasama investasi bulk ticketing dengan RM. RM juga melancarkan bujuk rayunya dengan menyebut telah mendapat kontrak dengan tiga koperasi besar seperti Koperasi Andaro, Koperasi SKK Migas, dan Koperasi PNAK,” jelasnya.

Roosman menambahkan, merasa tidak mau ambil risiko, akhirnya Feri sebagai perantara memutuskan hubungan kerjasama. Maka, mulai 10 November 2017 lalu, Roosman hanya memiliki keterikatan kerjasama dengan RM. Saat itu, nilai investasi yang ditransfer Roosman pada RM mencapai Rp772.880.000.

Bahkan menurut Roosman, kerjasama tersebut telah tertera dalam sebuah Memorandum Of Agreement (MoA) tertanggal 10 November 2017.

Masih kata dia, RM semakin aktif membujuk dirinya untuk terus melakukan investasi dengan jumlah yang semakin besar. RM menjanjikan akan mengembalikan modal beserta keuntungan dalam tempo kurang dari satu bulan.

“Awalnya memang ditransfer kembali dari modal dan keuntungan. Namun sebelum dalam waktu yang singkat setelah ditransfer tersebut saudari RM memberikan penawaran kembali dengan nominal-nominal baru. Jumlahnya selalu lebih besar dari nominal yang sudah ditransfer dengan janji keuntungan yang sangat besar,” jelas Roosman.

Karena tergiur dengan penawaran RM, suami dari gadis sampul 95 Regina Pingkan itu melakukan transfer ke rekening RM hingga mencapai Rp9.749.114.200. Dengan nominal sebesar ini, RM menjanjikan keuntungan pada Roosman hingga Rp209.778.361.782.

Tapi sayang, keuntungan yang dijanjikan RM tak kunjung datang. Malahan, RM memberikan cek yang dikeluarkan dari BCA dengan nominal Rp2,5 miliar. Nyatanya, cek yang diberikan RM pada Roosman hanya sekedar cek kosong yang tidak dapat dicairkan.

“Saya sudah sering mengajak secara baik-baik untuk diselesaikan namun tidak ada itikad baik dari saudari RM, dan pada akhirnya saya melaporkan saudari RM/RR ke Polresta Bogor pada 19 November 2018,” ujar mantan pejabat daerah itu.

Hal itu dibenarkan Paur Humas Polresta Bogor Kota Ipda Desty Irianti, menurutnya mengenai kasus penipuan penggelapan tersebit saat itu sudah ditangani oleh satreskrim Polresta Bogor Kota.

Saat ini pihaknya sudah menahan satu tersangka berinisial RM, dan penanganan perkaranya sudah tahap dua. “Berkansya sudah dikirim ke kejaksaan dan tinggal menunggu P21,” kata Desty

Diakui Desty, saat ini yang melaporkan tersangka atas kasus baru ada satu orang. Dan dalam penanganan perkara tersebut pihaknya sudah memeriksa 13 saksi. “Semua saksi yang kami periksa ada 13 orang, saksi korban 3 orang dan saksi lainnya ada 10 orang. Dan RM resmi dinyatakan sebagai tersangka pada 12 April 2019 lalu,” ungkapnya.

Modus penipuan tersebut berkedok investasi yang mau memberikan keuntungan besar, namun ternyata itu adalah investasi fiktif.

Tersangka dikanakan pasal tindak pidana pencucian uang, pasal 377 KUHP, 372 KUHP, pasal 3,4,5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

(Red/*)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: