Jakarta | Kabarindoraya.com

Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Satgas Mahasiswa Penegak Pancasila atau SMPP mendatangi Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan/Kemenkopolhukam RI dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila/BPIP. Mereka hadir berunjuk rasa untuk menyampaikan keresahannya atas polemik eksistensi syariah dan faham khilafah yang di suarakan oleh kelompok organisasi Gema Pembebasan yang dinilai mengancam Ideologi Pancasila. Diketahui bahwa Gema Pembebasan adalah organisasi sayap HTI yang tersebar di kampus-kampus.

“Ini adalah bentuk ancaman bagi mahasiswa yang berpotensi terprovokasi atas ajakan organisasi Gema Pembebasan untuk bagaimana mengganti Ideologi Pancasila dengan faham khilafah,” tegas Ahmad selaku Koordinator aksi.

Ahmad menyebut, HTI sudah lama resmi jadi organisasi terlarang, maka sudah saatnya pula Gema Pembebasan harus dibubarkan dan dihentikan segala bentuk aktivitas keorganisasiannya karena membahayakan kampus-kampus di seluruh Indonesia.

“Organisasi Gema Pembebasan yang berhaluan khilafah tidak bisa dibiarkan tumbuh subur di Negara kita, mereka selalu menggencarkan syiar syariah khilafah melalui aksi unjuk rasa dan seruan-seruan lain yang ingin menggantikan Ideologi Pancasila dengan faham khilafah kemudian memprovokasi masyarakat agar meninggalkan sistem Demokrasi yang mereka anggap sudah usang. Jelas permasalahan ini sudah sangat membahayakan bagi kita selaku mahasiswa dan generasi bangsa kedepan,” tegasnya.

Ahmad juga mengungkapkan, organisasi Gema Pembebasan juga dalam menyiarkan faham khilafahnya dengan cara menyusup lewat isu-isu nasional seperti menunggangi isu Omnibus Law dan yang terakhir ini menyusup melalui aksi penolakan RKUHP yang telah mereka lakukan pada tanggal 26 Juli 2022 di depan Gedung DPR RI.

“Ini adalah salah satu strategi usang dari Gema Pembebasan yang mencoba untuk meng-Infiltrasi pengaruhnya kepada mahasiswa dengan meyusup lewat isu RKUHP, tentunya misi utama mereka adalah bukan soal RKUHP tapi agar eksistensi faham khilafah semakin masif bergelora dan semakin masif mendesak untuk digantinya Ideologi Pancasila dengan Syariah dan Khilafah,” ujarnya.

Ahmad melanjutkan, ini sangat berbahaya jika dibiarkan terus-menerus dan akan berpotensi memecah belah bangsa dan mengancam keutuhan NKRI.

“Kami dari Satgas Mahasiswa Penegak Pancasila atas dasar semangat nilai-nilai Pancasila meminta Menkopolhukam segera tertibkan organisasi Gema Pembebasan antek HTI yang menjadi biang kerok perpecahan bangsa dan kemudian kami meminta Polri segera tindak tegas Organisasi Gema Pembebasan antek penyebaran syariah dan faham khilafah,” katanya.

Kemudian Ahmad beserta masa aksi mendatangi Kantor Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP untuk berorasi sekaligus ingin beraudiensi dan menyampaikan surat permohonan pandangan BPIP atas adanya permasalahan yang mengancam Ideologi Pancasila sesuai Perpres No. 7 Tahun 2018 Tentang BPIP.

(Wari/Zak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here