Jakarta | Kabarindoraya.com

Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) PTKIN se-Indonesia menggelar Mimbar Mahasiswa di Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10).

Aksi mimbar mahasiswa yang dilaksanakan di sekitar komplek kampus UIN Mulana Malik Ibrahim Malang itu dalam rangka penolakan UU Omnibus Law.

Koordinator Pusat DEMA PTKIN se-Indonesia Onky Fachrur Rozie mengatakan, bahwa mimbar bebas tersebut sebagai wujud perlawanan mahasiswa atas ketidakadilan.

“Mimbar mahasiswa ini adalah simbol bahwa rakyat dan mahasiswa akan tetap melawan ketidak adilan dan menolak omnibus law serta ekonomi oligarki,” Ungkap ongky sapaan akrabnya.

Masih kata ongky, bahwa pemerintah yang memaksakan pengesahan UU cipta kerja akan berdampak kepada masyarakat yang akan menjadi korban kekuasaan dengan peraturan yang mengancam generasi masa depan.

“Kita tegaskan bahwa DEMA PTKIN Se Indonesia menolak Oligarki Ekonomi dan UU Cipta Kerja Omnibus Law. Karena akan mengancam masa depan anak cucu kita.” Katanya saat dihubungi kabarindoraya.com

Hal senada juga di ungkapkan Ahmad Rifaldi Kortim Pusat Advokasi & Gerakan Presiden Mahasiswa DEMA UIN Yogyakarta.

Pihaknya menilai momentum sumpah pemuda adalah momen yang sakral untuk pemuda berteriak dan mengatakan kebenaran.

“Di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda ini kami akan mengirimkan surat terbuka kepada Bapak Joko Widodo sebagai bentuk penolakan kami terkait Omnibus Law.” Tegas Rifaldi

Di penghujung acara Koorpus DEMA PTKIN yang di dampingi Presiden Mahasiswa se-Indonesia juga menantang Pemerintah untuk berdialog dihadapan Publik.

“Kami mengajak Pemerintah pusat dialog Publik persoalan Kebangsaan dan UU cipta kerja yang bermasalah dan cacat dalam prosesnya.” Pungkas Ongky.(Sihol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here