Mexico l Kabarindoraya.com

Beberapa tahun lalu, nun jauh di Amerika latin. Tepatnya di Mexico. Anggota parlemen membahas soal RUU tentang asset perusahaan negara. Rancangan itu di bahas beberapa hari. Tidak lebih dari beberapa halaman. Tidak sampai seribu halaman lebih.

RUU itu di kongres Mexico, akan membuka industri minyak yang dikelola negara selama ini, akan dijual kepada investor luar untuk pertama kalinya dalam 70 tahun, sidang didahului oleh debat yang sengit, baku hantam – dan striptis seorang legislator. Ketua Parlemen tidak matikan mic.

Antonio Garcia Conejo, seorang anggota dari Partai Revolusi Demokratik, dengan heroik menanggalkan pakaiannya semi nude selama pidato, untuk mendramatisasi pernyataannya bahwa RUU itu adalah ‘penjarahan bangsa.’ Menguras habis SDA milik rakyat. Ia protes dalam rapat pembahasan RUU itu?

RUU itu, memungkinkan pemerintah memberikan kontrak dan lisensi kepada perusahaan swasta asing dan domestik untuk mengeksplorasi dan mengebor minyak dan gas, padahal selama ini dilarang.

Senyum dan telanjang: Antonio Garcia dari Partai Revolusi Demokratik (PRD) berbicara kepada hadirin setelah menanggalkan pakaian dalamnya selama pidatonya di podium selama debat semalam untuk melambangkan pengupasan kekayaan minyak Meksiko

Langkah terakhir, persetujuan oleh 17 dari 31 negara bagian Meksiko, secara luas dianggap terjamin. Perusahaan minyak milik negara, Petroleos Mexicanos, atau Pemex, telah memonopoli sejak pemerintah mengambil alih operasi perusahaan minyak asing pada tahun 1938, sebuah tindakan yang sejak saat itu dihormati sebagai simbol kedaulatan nasional.

Para penentang mengatakan mereka takut perusahaan multinasional, terutama dari AS, akan sekali lagi mendapatkan kembali dominasi yang mereka miliki atas minyak Meksiko sebelum 1938.

Sebagai mana selama ini. Meksiko tetap menjadi salah satu dari lima eksportir minyak mentah teratas ke AS, mengirimkan lebih dari 1 juta barel per hari.

Anggota parlemen itu berupaya memblokir diskusi tentang tindakan mensyahkan RUU tersebut pada dengan merebut ruang utama Dewan Perwakilan Rakyat, memblokir akses dengan kursi dan meja.

Saat debat dipindahkan ke ruangan lain, mereka menyeret diskusi selama 20 jam sebelum akhirnya disetujui. APALAH DAYA Partai itu, dia “dikalahkan” menghadapi lobby lobby USA.

‘Tanah air tidak untuk dijual! Tanah air harus dipertahankan! ‘Mereka berteriak sambil memegang tanda protes dan bendera Meksiko.

Proses persidangan berubah aneh ketika sebelum fajar Mr Garcia Conejo naik podium untuk memprotes pengukuran, melepaskan jas dan dasinya.

Berdiri dengan sepasang celana hitam di mimbar, anggota parlemen paruh baya yang gemuk itu menuduh partai yang berkuasa menghabiskan aset negara dengan menandatangani privatisasi telekomunikasi di masa lalu.

‘Beginilah caramu melucuti bangsa. Dimana manfaatnya?
‘Betapa memalukan! Tapi ini tidak mempermalukan saya, ‘dia menyatakan. ‘Kamu, juga, punya tubuh.’ Malulah kepada manusia karena kalian menikmati kemewahan bersama kekuarga dengan duit sogokan! 🙈

“Menjual negara kepada Investor sama saja kamu berjalan telanjang setiap hari tanpa malu!” teriak Garcia. Sambil memperlihatkan tubuh telajangnya! Karena duit. Rela mengorbankan harga diri dan bangsa!*** (Mapa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here