Berita Daerah Bisnis Bogor Raya Headline Kabar Daerah Nasional News Pemerintahan Teropong Warga 

Dua Pekerja Margo City Lapor ke Dinas Tenaga Kerja Depok

220 Views

 

Depok Kabarindoraya.com |

Achmad Andrianto (34) dan Suratno (42) mendatangi kantor dinas tenaga kerja kota Depok. Keduanya mengaku dipecat secara sepihak oleh PT. Puri Dibya Properti atau Margo City. Keduanya karyawan yang sudah bekerja diatas 10 tahun ini menjelaskan, kepada wartawan dirinya dipecat tanpa diberikan pesangon dan dipaksa untuk menandatangani surat kontrak pemberhentian kerja dan tidak diberikan surat parklaring. Keduanya hadir dan didampingi pengacara Muhamad Al Farizi dari GP Ansor.

“Klien kami dipaksa membuat surat pengunduran diri, dan untuk menulis surat pengunduran diri, klien kami di dikte cara penulisannya oleh pihak perusahaan.”katanya
Kepada kabarindoraya.com, Jumat (18/10).

Selain itu Al Farizi juga mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan mediasi dengan pihak Margo City yang difasilitasi oleh dinas tenaga kerja,hingga Jumat proses hasil pertemuan menunggu hasil dari kesepakatan pihak Margo City .

“Pertemuan ini sudah yang ketiga,kami hanya meminta pihak grup Djarum ini membayar apa yang sudah menjadi hak bagi pekerja. Karena klien kami bukan bekerja hanya satu atau dua tahun,tapi sudah ada yang 13 dan 11 tahun,masa dipecat dan di paksa keluar tapi tidak ada pesangon. Kami juga menemukan kejanggalan dalam BPJS klien kami dari masa pemberhentian kerja, dari surat pemberhentian kerja, namun di BPJS berbeda dengan surat pemberhentian kerja, serta pihak Margo city meminta kembali agar klien kami dapat meluangkan waktunya untuk merevisi surat yang telah dibuat secara paksa tersebut.”ungkapnya.

Selain itu, kejadian. Tersebut berawal saat Suratno yang bekerja sebagai teknisi ,saat itu diminta untuk membantu pengerjaan renovasi tenant dilantai dasar, namun pada saat pengerjaan itu terjadi kebocoran springle (selang air pendam otomatis-red),hingga air tersebut tumpah dan membasahi lantai ruang tenant tersebut.

“Pihak kami diminta oleh tenant agar membantu, merenovasi tenant, namun ada kesalahan hingga springle bocor dan airnya keluar,namun tidak melebar ke toko sebelah, dan akhirnya klien kami di panggil pihak Margo untuk mempertanggungjawabkan nya, klien kami di berhentikan secara sepihak. Klien kami sempat menerima uang sebesar satu juta lima ratus dari pihak tenant, tapi akhirnya uang tersebut dikembalikan lagi,”paparnya.

Sementara itu, dari hasil pertemuan tersebut, pihak Margo City tidak hadir di dinas tenaga kerja. “Saya belum tahu apakah pihak Margo hadir atau tidak, namun Manto pihak dinas tenaga kerja tidak dapat hadir dikarenakan sedang check up, waktu pertemuan pertama pihak Margo City hadir di wakili Tri Antono HRD Manager Margo City ,kita masih menunggu keputusan dari dinas tenaga kerja,”tandasnya.(Redaksi/Ajis)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: