Bogor | Kabarindoraya.com

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor menggelar Dispora Youthpreuner Academy jilid dua di lapangan GOR Pajajaran pada Rabu (25/11/2020).

Kegiatan untuk menciptakan pengusaha muda baru ini menarik minat kaum millenial untuk mengikutinya, sehingga peserta yang mendaftar sebanyak 300 orang. Tetapi lewat seleksi, akhirnya terpilih 100 peserta yang merupakan warga Kota Bogor.

Ketua Pelaksana Dispora Youthpreuner Academy, Muhammad Alfarissy, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda kedua dari pembukaan pendaftaran peserta yang dibuka lewat media sosial sebelumnya.

“Alhamdulillah antusiasme generasi muda cukup tinggi, sasarnya kaum milenial dari usia 18 tahun sampai 30 tahun atau usia produktif. Kami buka pendaftaraan lewat instagram dari 300 kami seleksi khusus warga Kota Bogor hanya 100 orang,” ungkap pria yang akrab disapa Faris kepada wartawan.

Faris melanjutkan, terkait pemaparan, materi mulai dari fundamental bisnis meliputi manajemen Sumber Daya Manusia, keuangan, strategi pemasaran, dan operasional.

“Setelah fundamental bisnis plan tersebut, nanti diakhir, peserta tentunya diminta membuat proposal bisnis. Tujuannya membangun bisnis dengan cakap,” tuturnya.

Faris juga menuturkan, karena banyak minat peserta untuk membuka galeri kopi (coffee shop), pihaknya akan melihat terlebih dulu minat pasar kedepannya dan memberikan beberapa pilihan usaha yang memang lebih mudah.

“Kebanyakan buat coffee shop, nanti kita lihat dulu minat pasar kedepannya, apakah bisnis tersebut bagus prospeknya atau tidak. Kami lebih menggiring mereka ke bidang jasa, seperti jasa desain, sebagai reseller atau bentuk jasa lainnya,” paparnya.

Faris menjelaskan, untuk mempermudah promosi dan pemasaran, akan dibentuk beberapa kelompok usaha. Dibentuk dua kelompok, dimana para pemula akan digabung dengan yang sudah membuka usaha.

“Jadi mempermudah mereka dalam memulai usaha, kami juga berikan beberapa opsi untuk membuka usaha yang mudah dengan modal rendah atau bahkan tidak pakai modal. Semisal usaha jasa dan menjadi reseller dahulu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispora Kota Bogor, Herry Karnadi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk economic reborn.

“Intinya menggerakan potensi anak muda, agar mereka bisa berbuat, mengisi waktu dan menggali potensi agar bisa nantinya untuk economic reborn yang disusun di Kota Bogor,” ujar Herry.

Ia juga berharap, dengan hasilnya nanti bisa menyerap tenaga kerja agar angka pengangguran di Kota Bogor berkurang.

“Mengangkut tenaga kerja mengurangi angka pengangguran, menyerap tenaga kerja. Ya, agar lebih baik untuk generasi muda,” pungkasnya.

(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here