Surabaya l Kabarindoraya.com

Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo yang merupakan pencetus Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), menanggapi aksi massa yang menolak deklarasi KAMI di Surabaya.

Dilansir dari JPNN, Gatot Nurmantyo menilai, massa demonstran yang menyatakan menolak adanya KAMI Jatim merupakan orang bayaran untuk unjuk rasa di Gedung Juang 45.

” Karena karena kehadiran KAMI, akhirnya ada demo, Demo kan dibayar, Dalam ekonomi susah seperti ini, ada rekan-rekan yang kesulitan dan ada tawaran ya diterima,” kata Gatot, di Masjid As-salam, Surabaya.

Massa bayaran tersebut dikatakan Gatot Nurmantyo bisa memiliki mata pencaharian lebih jika ada unjuk rasa deklarasi KAMI dengan massa yang lebih banyak.

“Kami kan harus bersyukur, karena keberadaan KAMI ini menjadi berkah, Kalau perlu besok demonya yang banyak lagi. Artinya, ada rezeki bagi rekan-rekan kami yang memerlukan uang untuk ikut demo,” ucapnya.

Salah satu deklarator dan Presidium KAMI Pusat, Rochmat Wahab, mengatakan, bahwa kelompoknya tidak berniat untuk menjadi musuh pemerintah dan akan menggunakan cara yang beretika.

“Kami punya hak berkumpul dan berdiskusi, Saya yakin ini bukan akhir, Gerakan kami gerakan moral dan lahir dari orang-orang yang berintegritas,” kata Wahab.

Ratusan massa yang mengatasnamakan dirinya Surabaya Adalah Kita, mendatangi Gedung Juang 45 di Jalan Mayjend Sungkono, Senin 28/9).

Mereka berunjuk rasa untuk menggagalkan deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jatim.

DD/red/KIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here