Berita Daerah Bogor Raya Headline Hukum Kab Bogor Nasional News Pemerintahan Politik Teropong Warga 

Guru Madrasah Ontrog Bupati Bogor, Tagih Janji Bantu Madrasah

234 Views

Cibinong Kabarindoraya.com |

Puluhan massa aksi dari Guru Madrasah (PGM) se-Kabupaten Bogor mengontrog pusat Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bogor, untuk menagih janji Bupati, Ade Yasin saat kampanye di tahun 2018 lalu yang menjanjikan akan membantu madrasah.
Sambil membawa berbagai poster dan mobil komando yang diiringi orasi dari para guru, mereka menerikaan berbagai tuntutan kepada orang nomor satu di Kabupaten Bogor. “Hari ini kami datang menangih janji yang pernah diberikan kepada kami guru madrasah,” teriak salah satu koordinator Aksi, Azwar Anas.

Sembari menggelorakan berbagai tuntutan utamanya bagaimana perhatian Pemkab Bogor terhadap madrasah. “Kami kesini untuk menuntut hak, karena kami sudah menunaikan kewajiban kami menyukseskan Bu Ade menjadi orang nomor satu, tapi mana janjinya,” bebernya.

Usai berorasi selama hampir, 2 jam akhirnya perwakilan Pengunjuk rasa diminta masuk untuk bertemu pejabat pemkab Bogor. “Bupati kemana, dan Wakil Bupati kemana, pak sekda maupun anggota dewan pada kemana. Saya gini aja, kalau tidak ada pejabat pemkab yang berkompeten untuk menemui kami lebih baik keluar dari ruangan audiensi ini,” ujar ketua aksi sekaligus ketua Pengurus Daerah Mathlaul Anwar (PD MA) Kabupaten Bogor, Abdul Azis dalam audiensi yang hanya ditemui staf Sekda Kabupaten Bogor, Jatnika bersama Kasie PAI, Romdon, Kamis (20/2/20).

Ia mengaku, saat dirinya menanyakan Bupati, Wakil Bupati Bogor maupun sekretaris daerah (Sekda) beserta anggota DPRD Kabupaten Bogor tidak ada, ia merasa jika madrasah seperti dianak tirikan oleh pemkab Bogor.

“Terus terang saat saya bertanya kemana Bupati ternyata lagi dinas luar, dan ini enggak ada jadi jelas-jelas madrasah di anak tirikan. Kami sedang aksi menyampaikan pendapat malah ditinggalkan, harusnya disambut oleh Ibu (Bupati,red) minimal begitu lah,” kesalnya.

Azis juga menjelaskan, tujuan aksi demontrasi oleh guru madrasah hingga pengurus madrasah ingin meminta keterbukaan khususnya oleh Bupati Bogor dan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor.

“Karena bupati Bogor telah menghibahkan dana hibah senilai Rp38 miliar bagi madrasah se-Kabupaten Bogor dalam menjalankan program Bogor Cerdas dan Bogor Berkeadaban,” jelasnya.

Ia menuturkan, keterbukaan itu dimaksudkan untuk mengetahui madrasah dan guru madrasah mana saja yang menerima bantuan dana hibah yang digelontorkan Bupati Bogor dalam program Bogor Cerdas tersebut.

“Madrasah-madrasah mana saja yang menerima bantuan hibah itu. Makanya kami minta kepada Bupati untuk membuka kembali calon penerima anggaran dari Kabupaten Bogor terutama dalam dana hibah ini,” paparnya. (Bar)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: