Berita Daerah Bogor Raya Headline Kab Bogor Kabar Daerah Nasional News Olahraga Pemerintahan Sport Teropong Warga 

IFSC Asian Championship 2019 Berlangsung sukses

72 Views

 

Cibinong Kabarindoraya.com |

Kejuaraan Panjat Tebing bertajuk IFSC ACC Asian Championship 2019 yang digelar mulai hari Rabu (6/11) hingga hari Minggu (10/11) di Pakansari, Cibinong telah terlaksana dengan lancar dan sukses.

Event bergengsi tetsebut diprakarasi berkat kerja sama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Supersport Sensation International (SSS) serta dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kompetisi internasional panjat tebing ini adalah event tahunan yang diselenggarakan dibawah International Federation of Sport Climbing (IFSC) dan FPTI. Ajang ini diikuti oleh 299 peserta dari 14 negara.

CEO SSS, Azwan Karim mengatakan bahwa persiapan panitia pelaksana (Panpel) yang baik dan matang menjadi kunci sukses terselenggaranya event ini. Ia pun berharap ajang ini menjadi pemanasan atlet sebelum berlaga di Olimpiade Tokyo tahun 2020 mendatang.

“Cabor Panjat tebing memiliki potensi untuk berprestasi di ajang internasional. Saatnya atlet Indonesia membuktikannya di ajang ini. Karena kami berharap team Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di ajang Olimpiade Tokyo tahun 2020 mendatang,” kata Azwan Karim.

Ketua Umum FPTI Faisol Riza mengatakan bahwa kegiatan ini digelar untuk mencari bibit-bibit baru atlet panjat tebing. Selama ini cabor tersebut sangat bisa diandalkan di event dunia.

“Kira-kira ada yang menarik mengapa event ini digelar. Olah raga panjat tebing merupakan salah satu cabor, di mana Indonesia sangat berprestasi di level dunia, dan beberapa atlet Indonesia merupakan juara dunia di kategori Speed yaitu Puji Lestari, Alfian M. Fajri dan Aries Susanti,” ujar Faisol.

Hal senada juga dipalarkan Sekjen FPTI, Sapto Hardiono tentang suksesnya pelaksanaan Asian Championship 2019 di Indonesia.

Menurutnya, suksesnya ajang bergengsi tersebut tidak terlepas dari persiapan matang yang telah dilakukan.

“Alhamdulillah kami masih diberikan kepercayaan oleh IFSC Asia utk kembali menyelenggarakan Asian Championship 2019,” kata Sapto.

“Kepercayaan ini tentunya harus di jawab dgn pegalaran penyelenggaraan yang sukses juga, baik sukses penyelenggaraan maupun sukses prestasi,” sambungnya.

Terkait suksesnya penyenyelenggaran ini juga berkat tangan dingin SSS yang mengerahkan seluruh kemampuannya berdasarkan pengalaman.

“Untuk mencapai sukses penyelenggaraan itu maka FPTI menggandeng SSS internasional sbg pihak yg memiliki pengalaman dalam pagelaran event internasional,” jelasnya.

“Dan untuk sukses prestasi FPTI menggelar pelatnas singkat di Yogyakarta. Namun sebagian besar atlet yg dipanggil merupakan atlet pelatnas Asian Games 2018 dan atlet junior. Semoga dengan kombinasi atlet senior dan junior ini dapat mempersembahkan medali emas di ajang ini,” tukasnya.

Tidak hanya itu, Tournament Director Asian Championship, Ferry Ardyanto juga menjelaskan bahwa IFSC ACC Asian Championship merupakan kegiatan rutin tahunan.

Untuk urusan penyelenggaraan, Indonesia telah berusaha menjawab kepercayaan dunia untuk menghelat kejuaraan bergengsi panjat tebing berskala international tersebut.

“Kepercayaan IFSC Asia ini harus dijawab dengan sukses penyelenggaraan, sekaligus sukses prestasi tim Indonesia,” kata Ferry.

“Ini merupakan sebuah tantangan bahwa Indonesia bisa menyelenggarakan event ini. Artinya FPTI harus bisa menghadirkan “wajah Indonesia” yaitu “wajah kebaikan”,” sambungnya.

Sebelumnya, pada acara opening seremony yang digelar pada Rabu (6/11) lalu dihadiri langsung oleh Ketua Umum FPTI Faisol Riza, Menteri Pariwisata Wishnutama dan Bupati Bogor Ibu H. Ade Yasin.

Sementara, tim Indonesia kembali panen medali di nomor speed world record. 5 dari 6 medali dibabat habis oleh Timnas Indonesia saat berlaga di Asian Championship 2019, Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (8/11).

Untuk speed world record putra, Indonesia menyapu bersih medali emas hingga perunggu. Emas diraih oleh Veddriq Leonardo dengan catatan waktu 5,406 detik. Veddriq mengalahkan kompatriotnya, Kiromal Katibin yang meraih waktu 5,547 detik.

Sedangkan medali perunggu diraih oleh Rahmat Adi Mulyono dengan catatan waktu 6,122 detik, setelah mengalahkan atlet Indonesia lainnya, Zaenal Aripin. Dalam perebutan medali perunggu, Zaenal mengalami fall.

Sementara itu di nomor speed world record putri, Indonesia menyumbangkan 2 medali yakni emas dan perunggu. Medali emas diraih oleh Nurul Iqamah dengan catatan waktu 7,700 detik.(Asep/Redaksi)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: