Berita Daerah Bogor Raya Headline Kab Bogor Kabar Daerah Nasional News Pemerintahan Pendidikan Teropong Warga 

IMM BOGOR Adakan Kemah IDEOPOLITOR Nasional

256 Views

Bogor Kabarindoraya.com |

Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bogor gelar kegiatan “Kemah IDEOPOLITOR Nasional” di Gunung Salak Endah selama tiga hari pada hari Jum’at – Minggu (17/02/2020). Kegiatan ini diadakan karena untuk ingin meneguhkan Ideologi, Berpikir luas tentang politik, dan meningkatkan kapasitas dalam keorganisasian.

“Kemah Ideopolitor Nasional merupakan bagian dari pada program kerja, yang memang disebut dengan program pendukung perkaderan. Bertujuan menggembleng kualitas kader IMM itu sendiri dalam ranah ideologi, politik, dan organisasi”. Ungkap Dani Ardiansyah Ketua Pelaksana usai kegiatan .

Masih, kata dia, Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Ideopolitor ini sebanyak 40 orang, dari berbagai daerah seperti Pimpinan Cabang Sidoarjo, Banyumas, Kuningan, hingga Sulawesi dan Pimpinan Cabang lainnya, tak terkecuali internal IMM Bogor.

Lebih jauh dia mengatakan, Ideologi IMM tidak lain yaitu gerakan Muhammadiyah, yang mana Muhammadiyah adalah gerakan yang betul-betul memurnikan dari pemahaman tahayul, bid’ah, khurafat.

Sedangkan yang kedua yaitu politik. Bagi IMM, politik adalah aktivitas sehari-hari, tapi juga tidak memasuki ruang-ruang seperti halnya partai yang gerakannya praktis. Ketiga adalah organisasi, IMM merupakan gerakan yang berstruktur organisasi, dari mulai ketua dan bidang-bidangnya, dan Muhammadiyah sangat kental dengan pergerakan organisasi.

“Dari hal itu, IMM Bogor berupaya pada persoalan bahwa IMM harus meneguhkan pergerakan Ideopolitornya itu sendiri”. Pungkas Dani

Sementara itu, Arfiano Ketua Umum PC IMM BOGOR mengatakan Ideopolitor ini adalah gebrakan langkah bagi organisasi IMM. Selain meneguhkan ideologi, juga menegaskan bahwa politik bukanlah barang kotor, justru dalam keseharian pun kita melaksanakan politik itu. “Kalau kita berpikir negatif terhadap politik, maka kita yang masih menjaga idealisnya akan hanya menjadi penonton dari liciknya orang-orang yang berpolitik,” kata Arfiano. (dei)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: