Bogor Raya Headline Nasional News Pemerintahan 

Inilah Hasil Diskusi Mayor Caucus 2019 Yang Dibacakan Pada Pembukaan 55th ISOCARP World Congress

52 Views

Bogor | Kabarindoraya.com

Berdasarkan hasil diskusi para kepala daerah dari berbagai wilayah di Tanah Air pada Mayor Caucus 2019 yang berlangsung di Balaikota Bogor, Senin (9/9/2019), menghasilkan beberapa poin penting yang tertuang dalam Komunike Bersama Walikota Se-Indonesia.

Bertemakan “Menuju Kota dan Permukiman yang Inklusif, Aman, Tangguh, dan Berkelanjutan”, hasil Mayor Caucus 2019 memperhatikan tantangan-tantangan pembangunan yang semakin l kompleks yang dihadapi wilayah perkotaan baik secara sosial, ekonomi, dan lingkungan serta dibacakan langsung pada pembukaan 55th ISOCARP World Congress di IPB IICC, Botani Square, Kota Bogor.

Berikut pernyataan hasil diskusi Mayor Caucus 2019, yakni mengakui komitmen internasional terhadap Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan, atau yang dikenal sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dan komitmen nasional terhadap Agenda ini yang dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) SDGs Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Mengingat bahwa kota sebagai salah satu aktor utama yang memegang peranan penting dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan tersebut.

Kami, para Walikota se-Indonesia, berkumpul bersama dalam Kaukus Walikota IAP 2019 untuk menekankan dukungan kami terhadap upaya menuju kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Untuk itu Rencana Tata Ruang dan Pengurangan Risiko Bencana adalah perangkat sebagai prasyarat terciptanya ruang yang aman dan tangguh.

Kami bersama-sama mencanangkan Komunike Bersama Walikota se-Indonesia untuk memahami
dan mempertimbangkan berbagai perkembangan terkini, peluang, tantangan, dan rekomendasi
sebagai berikut:

Tantangan Pemindahan IKN:
Kami para Walikota mencermati rencana pemindahan Ibukota Negara sebagai sebuah tantangan nyata untuk mewujudkan model kota baru di Indonesia.

Integritas Tata Ruang dan Pengurangan Risiko Bencana: Kami mendorong praktik integrasi yang menyeluruh antara penataan ruang dan pengurangan risiko bencana yang preventif dan antisipatif di semua level, sebagai acuan untuk membangun kota dan permukiman yang aman dan tangguh.

Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Ekosistem:
Mendorong praktik pembangunan ramah lingkungan dan pengurangan risiko bencana berbasis ekosistem, termasuk mitigasi bencana, dalam rangka mencegah terjadinya krisis perkotaan.

Peningkatan Kapasitas:
Kami juga mendorong urbanisasi yang produktif disertai peningkatan kapasitas pemerintah kota untuk melaksanakan perencanaan dan pengelolaan kota dan permukiman yang partisipatif, terintegrasi dan berkelanjutan.

Build Back Better:
Kepemimpinan daerah dan praktik-praktik percontohan dalam penataan ruang dan pengurangan risiko bencana yang berkaitan dengan upaya membangun kembali dengan lebih baik (build back better).

Penguatam Kolaborasi:
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah harus berkolaborasi lintas daerah, dengan pihak swasta,
akademisi, organisasi masyarakat sipil, media dan masyarakat, serta membangun kerjasama dengan
mitra dan jejaring internasional.

Leaving No One Behind:
Semua kota harus memastikan penguatan terhadap proses partisipatif dan inklusif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga tidak ada aktor yang ditinggalkan (leaving no one behind).

Rencana Aksi Kaukus Walikota IAP 2019:
Para Walikota mengajak Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) untuk mendorong para perencana untuk terlibat aktif dalam membangun upaya integrasi dan implementasi penataan ruang perkotaan dan pengurangan risiko bencana untuk mewujudkan kota dan permukiman yang aman dan tangguh.

Kami juga mendorong Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) untuk dapat menjembatani kerjasama atau memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kapasitas Pemerintah Daerah, serta mengidentifikasi peluang-peluang kolaborasi antara Pemerintah Kota di Indonesia dengan mitra dan jejaring di dalam dan luar negeri.

Dengan ini, kami menyampaikan perhatian penuh untuk mendukung pencapaian Tujuan Kesebelas dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam rangka menuju kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan serta secara aktif akan berkontribusi dalam berbagai proses perencanaan dan implementasi di tingkat lokal, nasional, dan internasional yang dapat mendukung pencapaian tujuan tersebut.

Sementara itu, Komunike Bersama ini disetujui langsung oleh Walikota Ambon, Walikota Balikpapan, Walikota Bandung, Walikota Batu, Walikota Bekasi, Walikota Bengkulu, Walikota Bogor, Walikota Bukittinggi, Walikota Gorontalo, Walikota Jambi, Walikota Kupang, Walikota Lubuklinggau, Walikota Manado, Walikota
Mojokerto, Walikota Padang, Walikota Palu, Walikota Pangkalpinang, Walikota Probolinggo, Walikota Sukabumi, Walikota Tarakan, Walikota Ternate, dan Walikota Tidore Kepulauan.

(Gie)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: