BOGOR | kabarindoraya.com Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB Inspira) mengkritisi ketersediaan air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk di Ibu Kota Jakarta.

Ketua Umum PB Inspira Rizqi Fathul Hakim menuturkan, berdasarkan data yang disampaikan Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB), krisis air bersih di Indonesia khususnya di Jakarta mengalami defisit.

Kondisi itu disebabkan karena maraknya pembangunan gedung yang berimplikasi terhadap ketersediaan air bersih sehingga mengandung intrusi air asin.

“Padahal air bersih ini dibutuhkan untuk masyarakat. Jadi kebutuhan masyarakat Jakarta akan air bersih itu sekitar 23 meter kubik, sementara ketersediaan air bersihnya hanya 18 meter kubik. Ini kan terjadi defisit,” ungkap Rizqi, dalam seminar Conserving Forest and Water For Life yang digelar di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jum’at (26/3/2021).

Rizqi menjelaskan, dalam kegiatan seminar ini, pihaknya berharap terutama kepada para generasi milenial agar bersama-sama mencari solusi sehingga masyarakat dapat keluar dari problem krisis air bersih.

Dirinya pun mengungkapkan, hasil dari seminar itu nantinya akan disampaikan langsung kepada pemerintah.

“Hasil seminar ini akan kami sampaikan kepada Ketua MPR dan Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Rizqi.

Sementara, Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA), Firdaus Ali menyampaikan, dari 246 waduk atau bendungan yang telah dibangun oleh pemerintah hingga saat ini belum mampu mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Persentase daya tampung bendungan yang ada saat ini terhadap potensi ketersediaan air bersih hanya sekitar 5,74 persen atau 1.957.205 meter kubik,” ungkap Firdaus.

Firdaus memaparkan, penyebab utama krisis air bersih di Indonesia adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan kemampuan dalam menyediakan air bersih. Menurutnya populasi di Indonesia terus bertambah dan aktivitas sosial masyarakat juga bertumbuh dan berkembang sehingga tentunya membutuhkan air bersih yang banyak.

“Tapi di lain sisi kemampuan kita menyediakan infrastruktur untuk bisa mencukupi kebutuhan air bersih juga sangat terbatas. Terlebih, kondisi lingkungan saat ini berpengaruh sangat besar terhadap krisis air,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here