Bogor | Kabarindoraya.com

Proses pencairan bantuan tunai langsung (BLT) UMKM di Bank BRI Cabang Cibungbulang, Kabupaten Bogor masih berlangsung, antrean panjang yang menyebabkan kerumuman masa tidak dapat dihindarkan tentu saja ini menjadi pemandangan yang luar biasa ditengah masih mewabahnya Covid-19 di Bumi tegar Beriman, kondisi itu terlihat pada Rabu (21/4/21).

Ternyata, masyarakat sejak pagi buta sudah berdatangan ke lokasi pencairan BLT yang disediakan oleh pihak bank di bekas ful bus di depan kantor BRI Cibungbulang.
“Iya, sejak habis subuh saya sudah kesini, karena takut gak kebagian nomor atau antreaan, ternyata sebelum saya sudah banyak yang disini,” kata Rojak.

Menurutnya, dirinya tak punya pilihan karena membutuhkan BLT sebesar Rp 1,2 juta ini, makanya dengan kondisi seperti ini masyarakat rela berdesak-desakan dan mengantre seperti ini.

“Kami butuh, walaupun kami takut. Tapi mau gimana lagi, kami gak ada pilihan, walaupun harus antre panjang dan berdesa-desakan seperti ini,” tandasnya.
Berkerumunnya warga yang akan mencairkan BLT disesalkan Ketua Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Kabupaten Bogor Roby Faisal. Menurutnya, cara-cara seperti ini seolah-olah tidak manusiawi apalagi di tengah kondisi bulan puasa dan mewabahnya covid-19 di Kabupaten Bogor.

“Coba, bisa kita bayangkan masyarakat antre dari pagi buta. Namun terkesan penangannya begitu-begitu saja. Padahal mereka dating untuk mengambil hak nya yang diberikan Negara,” kata Roby.

Sejatinya, kondisi seperti itu tidak terjadi kalau Satgas Kabupaten, Kecamatan, Desa turun tangan hadir di tengah-tengah masyarakat untuk ikut mengatur agar tidak berkerumun, karena Kab Bogor masih melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro selama 13 hari. Adapun kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 443/202/Kpts/Per-UU/2021. Dan hari ini juga ada perpanjangan PPKM lagi.

“Dari informasi yang kita terima, yang jaga hanya 1 babinkamtibmas dan 1 anggota Babinsa menangani ratusan bahkan ribuan orang, ini kan gak maksimal untuk mencegah kerumunan seperti itu. Padahal, Satgas awal-awal sangat gencar menangangi soal kerumunan, kami khawatir ada peningkatan Covid-19 lagi di Kabupaten Bogor” bebernya.

(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here