Depok Kabarindoraya.com – Tingginya Angka kematian ibu dan bayi di Depok belum mencapai target dan masih tinggi. Persentasenya sebesar 38,26 persen dari 100 ribu angka kelahiran.

“Dimana Saat ini Belum memenuhi target,” ujar Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna saat membuka forum Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) di Hotel Bumi Wiyata Depok, Kamis (2/3)

Menurutnya, Dinkes perlu lagi mengevaluasi dan meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Depok, terutama bagi bayi dan balita yang perlu asupan khusus. “Agar bisa bersinergi dalam memperbaiki dan memperkuat layanan kesehatan di Kota Depok demi mewujudkan Depok Kota Sehat,” kata Pradi.

Sementara Kepala Sub Bidang Kesejahteraan Dinkes Kota  Depok Betty Setyorini juga mengakui memang masih ada program yang belum mencapai target. “Masih banyak pekerjaan rumahnya. Ada 30 indikator yang harus diselesaikan. Angka kelahiran ada kenaik, dan juga angka kematian bayi pun mengalami kenaikan juga. Ini salah satu Penyebabnya itu akses dan pertolongan yang kurang,” tutur Betty.

Ditambah lagi, kata dia, masih ada kasus gizi buruk dan penderita HIV/AIDS yang belum tertangani. “Ada 0,06 persen gizi buruk. Angka yang kelihatannya kecil tapi artinya masih ada kasus seperti ini. Sedangkan kasus HIV/AIDS ada 711 tapi masih banyak yang under reported (tidak terlapor/terdata),” kilahnya. (Joko/rpblk)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here