Berita Daerah Bogor Raya Headline Hukum Kab Bogor Kabar Daerah Nasional News Pemerintahan Politik Teropong Warga 

Lakukan Politik Uang,Panitia Pilkades Bojongnangka Akan Diskualifikasi Calkades

139 Views

Gunung Putri Kabarindoraya.com |

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan digelar pada bulan November secara serentak di Kabupaten bogor kini memasuki tahapan pengundian nomor urut calon, tak terkecuali di Desa Bojongnangka, Kecamatan Gunungputi. Namun kali ini ada yang berbeda, Panitia Pilkades Bojongnangka memiliki aturan Lokal yang akan mendikualifikasi bagi calon yang terbukti melakukan money politik.

“Ini kan aturan lokal kebetulan kita adopsi dari aturan perundang-undangan yang berlaku terkait tindakan money politik atau politik uang, bagi para calon. Khusus di Desa Bojongnangka memang kami sudah sepakat dengan para tokoh dan para calon tentang kearifan lokal tentang money politik di Desa Bojongnangka itu di haramkan”, ujar Ketua Panitia Pilkades Bojongnangka, Muhammad Ali.

Menurut Ali, hal itu di haramkan karena biaya untuk seorang calon Kepala Desa di Desa Bojon nangka pihak panitia mengakomodir untuk meminimalisir biayanya tidak lebih dari 300jt. Karena, kalau lebih dari angka yang ditentukan sudah jelas apa yang bisa diharapkan oleh Kades terpilih nanti.

“Kami juga sepakat dengan sangsi tidak hanya aturan. Sangsi yang pertama itu calon yang terbukti melakukan money politik itu akan di diskualifikasi. Kebetulan di bojong nangka itu calonnya hanya 2, jadi kalo 1 orang terbukti kalo di diskualifikasi tentunya penyelenggaraan pilkades gagal atau di mundurkan entah itu satu tahun 2 tahun atau satu priode tentunya nanti akan kita komunikasi dengan pemerintah daerah,” tegasnya.

Ali menambahkan, kalau peraturan yang ia buat dengan kesepakatan para tokoh dan calon itu memang di Kecamatan Gunungputri atau Kabupaten bogor ini hanya satu-satunya peraturan yang mendikualifikasi para Calkades yang melakukan money politik.

“untuk mengetahui peegerakan masing-masing Calkades Kita sudah bentuk tim pemantau dilapangan, karena nanti di kampanye saja tidak boleh ada yang mengerahkan masa atau konfoy, Hari kedua dan ke tiga mereka kampanye harus dirumah masing-masing calon tidak boleh diluar kalau diluar sangsi nya sama akan di diskualifikasi,”katanya.

Dirinya menuturkan, tujuannya membuat peraturan lokal itu untuk memberikan pembelajaran politik yang baik terhadap masyarakat, karena politik uang itu tidak baik, dari peraturan pemerintah maupun agama. “Sangsinya ini memang lokal atas Musyawarah kami dengan para tokoh dan para calon” ujarnya lagi.

Ali berharap peraturan yang di buat oleh Panitia Pilkades Desa Bojongnangka jadi percontohan bukan hanya dari Kabupaten Bogor tapi nasional. “Kalaupun ini lingkupnya hanya desa tapi masyarakat bisa memiliki pembelajaran tentang tidak baiknya politik uang,” tukasnya.(Redaksi/Nay)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: