Jakarta l Kabarindoraya.com

Banyak cara memaknai Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Salah satunya, seperti dilaksanakan Lembaga Kebudayaan Betawi, adalah dengan menggelar ajang lomba baca puisi dengan tema Hari Kemerdekaan. Lomba Baca Puisi ini mengambil tema “Nasionalisme dan Berbudaya Melalui Literasi”

Lantaran acaranya digelar di tengah pandemi Covid-19, format lomba dengan sistem virtual adalah paling pas untuk diterapkan. Lomba Baca Puisi Virtual ini diikuti pelajar tingkat Sekolah Dasar/MI, Sekolah Menengah Pertama/MTS, Sekolah Menengah Umum/MA, dan mahasiswa.

Dalam acara ini, LKB menggandeng Dinas Pendidikan DKI Jakarta, dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Acara ini mendapat sponsor dari Bank DKI dan PD Pasar Jaya. Tak hanya itu LKB juga disupport oleh Forum Jurnalis Betawi, Perkumpulan Betawi Kita, Yayasan Baca Betawi, Hari Puisi Nasional, dan Majalah Betawi.

Beky Mardani, Ketua Umum LKB, mengatakan tujuan digelarnya acara ini adalah memberikan ruang berkreativitas saat siswa belajar di rumah. Lalu, tujuan lainnya, mengapresiasi rangkaian HUT Kemerdekaan 17 Agustus. “Makanya salah satu satu puisi yang dilombakan tentang nilai-nilai perjuangan, yakni puisi Karawang-Bekasi karya Chairil Anwar, ” ungkap Beky.

Lomba Baca Puisi Virtual ini juga bertujuan mengenalkan karya-karya para penulis Betawi ke hadapan publik yang lebih luas. Puisi-puisi karya Yahya Andi Saputra, Zeffry Alkatiri, Rachmad Sadeli, Yamin Azhari, JJ Rizal, Fadjriah Nurdiarsih dan Ahmad Fikri AF juga menjadi puisi pilihan yang harus dibacakan peserta dalam lomba ini. Beky berharap dengan format lomba virtual ini, siswa dan mahasiswa yang ikut ajang ini dapat lebih rileks dan memgapresiasi karya puisi di tengah pandemi Covid-19.

Lebih jauh Beky mengatakan, karya puisi selain hasil olah rasa , juga olah jiwa. Puisi merupakan alat pengungkapan rasa dan gagasan yang harus kita jaga dan wariskan ke generasi berikutnya. “Nah sekarang ini anak-anak kita menghadapi tantangan situasi dan kondisi yang berbeda. Karena itu, olah rasa dan jiwa harus tetap hidup, di mana pun dan kapan pun,” tukas Beky.

Dalam acara ini, setiap peserta mengirimkan video pembacaan puisinya ke panitia melalui sistem online. Puisi yang dibacakan ditentukan Panitia Lomba, berupa puisi wajib dan pilihan. Pengumuman acara diunggah ke media sosial yang dimiliki LKB dan juga Youtube LKB.

Khusus untuk tingkat SD/Madrasah pengiriman terakhir video berlangsung pada 8 September 2020. Fadjriah Nurdiarsih, Ketua Panitia Lomba Baca Puisi Virtual LKB mengatakan, “Jumlah peserta untuk tingkat SD mencapai lebih dari 180 peserta, dari yang mendaftar 280 orang. Saat ini sedang berlangsung penilaian, ” ungkap Fadjriah.

Khusus untuk tingkat SMP/MTS, SMU/SMK/MA, dan Mahasiswa video dapat dikirim sampai 18 September. Adapun pemenang Lomba Baca Puisi untuk tingkat SD akan diumumkan pada Jumat, 18 September 2020. Untuk keterangan lengkap silakan simak YouTube, Instagram, dan Facebook Lembaga Kebudayaan Betawi.*** (Ades)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here