Bogor | Kabarindoraya.com

Beberapa mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bogor menyuarakan aspirasi melalui spanduk yang dipasang pada pagar kampus, Selasa (07/07/2020).

Kegiatan ini dilakukan karena mahasiswa menganggap kampus STKIP Muhammadiyah Bogor tidak melihat dan cenderung menutup mata pada kondisi Mahasiswa, yang saat ini sebagai bagian dari elemen masyarakat yang terdampak oleh adanya pandemi Covid-19.

Kendati kampus telah mengeluarkan kebijakan mengenai pemotongan biaya kuliah semester genap tahun 2020, namun mahasiswa menganggap nominal potongan biaya tidak seimbang dengan fasilitas yang didapatkan oleh mahasiswa.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fuzi Rachmani, menjelaskan bahwa mahasiswa berhak menyampaikan pendapatnya atas ketidakseimbangan pembayaran dan fasilitas yang didapatlan oleh mahasiswa.

“Mahasiswa di kampus ini hanya sempat kuliah tatap muka langsung selama dua minggu, selebihnya kita kuliah online yang kebanyakan fasilitasnya milik pribadi mahasiswa. Tidak seimbang jika kiya hanya diberikan potongan biaya kurang dari 12%” Ucap Giring sapaan akrabnya.

“Harus ada perhitungan yang rasional dalam pembuatan kebijakan pemangkasan biaya seperti ini, atau terhadap fasilitas yang tidak kita pakai lebih baik ditiadakan saja sekalian” sambungnya.

Ia pun sangat mengapresiasi pada mahasiswa yang telah berani menyampaikan pendapatnya, dan mengajak kepada mahasiswa lainnya agar juga berani menyampaikan pendapatnya.

“Saya sangat mengapresiasi keberanian teman-teman dalam menyampaikan pendapat, saya berharap teman-teman mahasiswa lainnya juga dapat berani menyampaikan pendapat” Ucapnya.

Di sisi lain, Direktur Lembaga Pers Mahasiswa Islam Bogor, Raju Zalikal, menjelaskan bahwa penyampaian aspirasi oleh mahasiswa adalah hal wajar ketika diwawancarai oleh tim melalui telepon.

“Ketika mahasiswa menyampaikan aspirasi, itu adalah hal yang sangat wajar. Justru tidak wajar kalo mahasiswa sudah enggan menyampaikan aspirasinya” katanya.

“Di kampus-kampus lain pun demikian, bahkan ada yang sampai melakukan aksi demonstrasi. Menurut saya ini adalah hal yang perlu diperhatikan oleh seluruh ruang pendidikan tinggi, di mana mahasiswa juga seperti elemen masyarakat yang lain, ikut merasakan dampak dari hadirnya pandemi Corona” Jelasnya dari ujung telepon.

Problematika ekonomi memang menjadi hal paling kentara saat terjadinya pandemi seperti sekarang ini, namun hal ini bisa diminimalisir dampaknya melalui kebijakan-kebijakan yang efektif dan relevan, baik oleh pemerintah atau juga lembaga-lembaga lainnya seperti perguruan tinggi pada dunia pendidikan.(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here