Bogor | Kabarindoraya.com

Demonstrasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO cabang Bogor yang berujung tindakan represif anggota satuan Polisi Pamong Praja kabupaten Bogor mendapat kecaman dari berbagai pihak.

Kecaman pun datang dari DPD Mapancas Kota Bogor. Fatholloh Fawait menyesalkan kejadian tersebut dimana menurutnya menyampaikan pendapat dimuka umum itu di lindungi oleh Undang-undang.

“Ini menciderai makna Demokrasi, menyedihkan perbuatan pol PP seperti itu.”  Sesal Ketua Mapancas.

Masih kata sihol tugas satpol PP seharusnya melindungi masyarakat sebagai mana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2018 tentang  Satuan Polisi Pamong Praja.

“Ini satpol PP atau preman, kelakuannya jauh dari amanah peraturan pemerintah. Kami mengutuk keras tendangan kunfu itu.” Tegasnya.

“Seharusnya Pol PP melindungi masyarakat sesuai tugasnya.” Tambah sihol sapaan akrabnya.

Tidak sampai disitu MAPANCAS pun menuntut kasatpol PP untuk dicopot dari jabatannya. Karena tak mampu membina anggotanya, padahal Kasatpol PP merupakan tokoh juga di Kabupaten Bogor yang berasal dari unsur Pemuda dan mahasiswa.

“Kami merasa empati dengan apa yang terjadi pada kawan-kawan HMI MPO, kami menuntut bupati Bogor untuk mencopot kasatpol PP dan memproses secara hukum oknum pol PP yang sikapnya seperti preman itu.” Pungkasnya.
(hol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here