Berita Daerah Bogor Raya Headline Kab Bogor Kabar Daerah Nasional News Pemerintahan Teropong Warga 

Menjelang 1 Tahun Kepemimpinan,Pancakarsa Baru Sebatas Seremonial

383 Views

Menilik Hampir 1 Tahun Pancakarsa Kabupaten Bogor

Oleh: Heri Gunawan

Kabupaten Bogor yang dinahkodai bupati Ade Munawaroh Yasin dan Iwan Setiawan yang mengusung visi “Mewujudkan Kabupaten Bogor Termaju, Nyaman dan Berkeadaban” dengan misi program Pancakarsa yaitu karsa Bogor Cerdas, Bogor Sehat, Bogor Maju, Bogor Membangun, serta Bogor Berkeadaban. Rasanya hanya sebatas mimpi disiang bolong.

Menjelang genap 1 tahun kepemimpinannya namun belum memberikan perubahan yang nyata terhadap segudang persoalan yang ada di kabupaten Bogor. Itu semua ditunjukkan dengan fakta di lapangan bahwa masih banyaknya persoalan-persoalan yang ada didalamnya, salah satunya yang mengundang perhatian banyak pihak yaitu persoalan aktivitas hilir mudik truk tambang yang meresahkan masyarakat di beberapa ruas jalan diantaranya kecamatan Parung Panjang, Rumpin, Gunung Sindur, Leuwiliang hingga Jasinga.

Aktivitas hilir mudik truk tambang ini rasanya hanya menguntungkan penguasa (pemkab) dan pengusaha (korporasi) namun mengesampingkan hak dasar masyarakat untuk hidup nyaman, sehat, dan tidak dihantui oleh kematian ketika berkendara melaksanakan aktivitas kesehariannya, sehingga masyarakat hanya menjadi korban kepentingan tersebut.

Karena pasalnya aktivitas hilir mudik truk tambang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yang mengakibatkan:

– Suara bisingnya kendaraan truk bermuatan tanah dan pasir itu sangat menggangu aktivitas belajar mengajar (dampak pendidikan).

– Debu yang dihasilkan oleh kendaraan telah mencemari udara sehingga menganggu pernafasan (dampak kesehatan).

– Tonase atau beratnya beban kendaraan yang membuat jalan cepat hancur (dampak infrastuktur).

– Volume kendaraan truk tambang yang jumlahnya tidak sedikit itu pun membuat kemacetan panjang, ada salah satu kejadian yang miris sekali ketika seorang ibu hamil mau ke rumah sakit akibat kemacetan yang panjang hingga ganti kendaraan.

– Terakhir yang paling krusial adalah akibat aktivitas hilir mudik truk tambang telah banyak menelan korban nyawa setiap bulannya, tragedi kematian lakalantas seakan menjadi lumrah dan terkesan nyawa tidak ada harganya. Terlebih kebanyakan korban lakalantas adalah anak sekolah yang seharusnya menjadi generasi penerus peradaban bangsa ini.

Rasanya miris melihat berulang-ulang terjadi, dan risih mendengarnya seakan tidak ada niatan yang serius dari pemerintah kabupaten Bogor khususnya bupati untuk menyelesaikan persoalan aktivitas hilir mudik truk tambang, pasalnya telah ada peraturan bupati (perbup) tentang jam tangan angkutan tambang, itu pun ditunda yang terkesan asal-asalan/mandul dan sampai saat ini belum ada tindak lanjut.

Saya harap pemerintah kabupaten Bogor harus serius dan segera menyelesaikan persoalan ini dengan formulasi kebijakan jangka pendek dan jangka panjang (permanen). Sekali lagi jangan sampai terpikir ini semua dampak dari kepentingan Penguasa dan Pengusaha sehingga lagi-lagi masyarakat yang jadi korban.

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: