Cileungsi Kabarindoraya.com |

Lamban nya penanganan terhadap pasien BPJS sering terjadi di kabupaten Bogor,terlebih di rumah sakit umum daerah(RSUD)

Kali ini keluhan datang dari Pasien atas nama Alam warga desa gandoang kecamatan Cileungsi,penderita penyakit penyumbatan di lubang anus yang saat ini harus mengeluarkan kotoran lewat perut

Diri nya mengeluhkan lamban nya penanganan di RSUD Cileungsi yang dimana tempat alam menjalani rawat inap,menurut alam pihak rumah sakit kurang cepat dalam penanganan padahal hanya penggantian cairan infus

,”Jika cairan infus habis pihak keluarga harus berkali kali ke ruangan perawat,jadi ngasih tau nya ga cukup satu kali,kami pun harus bawa kipas angin lantaran ruangan nya yang panas tidak di lengkapi pendingin ruangan ,”terang alam

Mendengar informasi tersebut,Muad khalim ketua komisi 4 DPRD kabupaten Bogor yang juga membidangi masalah kesehatan langsung mendatangi RSUD Cileungsi,ketika di konfirmasi Muad khalim menyayangkan hal tersebut dan berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi

“Harapan saya tidak ada lagi warga Masyarakat yang mengalami kesulitan berobat atau diskriminasi dalam pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit kepada warga Masyarakat yang tidak mampu,Kalo dulu ada istilah SADIKIN (Sakit sedikit miskin) karena harus jual harta benda untuk berobat,Sekarang Negara harus hadir untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Tinggal petugas kesehatan yg harus siap, Peka, tanggap dan sigap dalam pelayanan medis terhadap semua pasien. Saya sebagai Ketua Komisi 4 yang membidangi Kesejahteraan Masyarakat, salah satunya Bidang Kesehatan akan siap membantu semaksimal mungkin karena ini memang tanggung jawab saya yang mengemban amanah dari masyarkat “pungkas nya

Lebih lanjut Muad khalim menerangkan RSUD adalah rumah sakit pemerintah,anggaran yang dikeluarkan oleh negara untuk RSUD sangatlah besar jadi sudah sepantas nya memberikan pelayanan yang terbaik

” RSUD kan milik pemerintah dan anggaran yang di gelontorkan negara pun sangat luar biasa jadi sebagai ekskutor pelayanan Kesehatan Masyarakat tidak boleh membedakan dalam pelayanan pelayanan, Baik itu yg bayar mandiri, maupun yang memakai fasilitas BPJS mandiri maupun PBI, ini perlu saya tegaskan” tutup Muad(GI/Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here