Bogor | Kabarindoraya.com

Banyaknya lahan di Jalan Raya Cijayanti Kecamatan Babakan Madang, mendadak dipagar oleh pihak PT.Dayu Bahtera Kurnia selaku perusahaan anak cabang dari PT.Sentul City.

Pembangunan pagar kawat berduri yang diperkirakan sepanjang 300 meter di lahan seluas 20 hektar itu, menjadi perbincangam bagi warga disekitar lokasi yang memanfaatkan sebagai tempat usaha.

“Sudah dua minggu dipasang kawat berduri. Katanya tanah ini milik PT.Dayu Bahtera Kunia hasil beli dari PT. PN yang diakui atas dasar kepemilikan surat Hak Guna Bangunan (SHGB),” kata Euis (37) salahsatu warga, saat ditemui wartawan di lokasi, Jumat (30/07/2021).

Hal yang sama dikatakan, Ridwan(45) pemilik usaha di lahan tersebut, bahwa diletak tanah Desa Cijayanti terdapat penduduk yang bermukim lebih dari 20 tahun. Namun disaat ini, diakui PT.Dayu Bahtera Kurnia anak cabang PT.Sentul dengan surat yang saat ini belum dibuktikan dengan pengakuan beli dari PT. PN.

“Akan tetapi pemagaran dan intimidasi telah dilakukan disaat mediasi sedang berlangsung,” kata Ridwan.

Ridwan mengaku, mempertanyakan hal ini baik pihak PT, Desa , Kecamatan dan Pemda Bogor. Apalagi, diakui usahanya saat ini di tengah kondisi PPKM Darurat, ditambah adanya pemagaran oleh pihak PT.Dayu yang berdampak sepi peminat.

“Seharusnya pihak PT.Dayu bermusyawarah dulu dengan warga, duduk bareng dan jelaskan persoalannya. Ini malah tiba-tiba main pagar dan bawa banyak preman dengan mengintimidasi,” pungkasnya.

Sementara pihak PT Dayu hingga berita ini ditayangkan belum dapat di konfirmasi terkait hal tersebut.

Pihak desa cijayanti pun juga belum bisa memberikan keterangan.

(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here