Bogor Raya Headline Nasional News Pemerintahan 

Pembangunan Kolam Retensi Aliran Air Ke Jakarta Capai 47%

74 Views

Bogor | Kabarindoraya.com

Walikota Bogor Bima Arya melakukan sidak ke pembangunan kolam retensi Tanah Baru di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (12/11).

Orang nomor satu di Kota Bogor itu meninjau proyek kolam retensi didampingi Kadis PUPR Chusnul Rozaqi, Camat Bogor Utara Rahmat dan pihak pelaksana kontraktor CV. Ananda Azka Perkasa.

Bima menelusuri seluruh area proyek dan melihat langsung pembangunan yang sedang dilakukan. Sesekali, politisi PAN itu menanyakan sejumlah hal kepada pihak pelaksana pembangunan. Bima mengatakan, pembangunan kolam retensi merupakan bantuan dari Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 10 miliar dan nilai proyeknya hampir RP 8,8 miliar.

“Fungsinya untuk mengelola volume air, untuk mengatasi banjir dibeberapa titik dan mengurangi juga volume air yang mengalir ke Jakarta,” kata Bima.

Pembangunan kolam retensi ini bisa menahan sekitar 21 ribu kubik volume air yang akan mengalir ke Jakarta. Terdapat dua sungai yang akan ditahan oleh kolam ratensi diantaranya sungai Ciheleut dan sungai Tanah Baru.

“Jadi bukan saja mencegah banjir tetapi kolam ini untuk mengurangi air ke Jakarta yang terpentingnya,” ujarnya.

Bima menjelaskan, pembangunan kolam retensi sudah mencapai 47 persen dan deviasi 6 persen. Hal itu dikarenakan faktor cuaca, musim penghujan sudah mulai turun di Kota Bogor. “Harus terus di akselerasi dan pengawasan selalu memonitor di lapangan. Targetnya pekerjaan harus selesai tepat waktu,” jelasnya.

Persoalan yang harus diantisipasi juga terkait faktor cuaca yang akan mempengaruhi aktifitas pembangunan dilapangan, dan harus ada koordinasi dengan warga soal pekerjaan lembur. “Kalau mau lembur bekerja, warga harus dikoordinasikan dan dikomunikasikan,” ucapnya.

Pembangunan kolam retensi dibangun diatas lahan seluas 1.6 hektare dengan kedalaman empat meter dan luasan kolam 4000 meter persegi. Setelah selesai nanti, disekeliling kolam ratensi akan dibangun penghijauan oleh Dinas Lingkungan Hidup. “Kedepan bisa jadi potensi wisata, apabila sudah selesai ada ruang terbuka hijau yang akan dibangun oleh Dinas Lingkungan Hidup,” pungkasnya.

(Red)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: