Nanggung | Kabarindoraya.com

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, Siti Nurbaya berterima kasih atas berbagai prestasi Kabupaten Bogor untuk lingkungan hidup dan kehutanan. Menurutnya Kabupaten Bogor dapat menjadi contoh bagi Indonesia dalam pengelolaan lingkungan dan kehutanan.

Hal tersebut dikemukakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Siti Nurbaya pada kegiatan Bogor Go Green 7 yang diselenggarakan Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB University, berkolaborasi dengan BPDASHL Citarum Ciliwung, Taman Nasional Halimun Salak, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemkab Bogor, Forkopimcam dan Kelompok Tani Hutan Kecamatan Nanggung, di Kecamatan Nanggung, Ahad (27/11).

Hadir pula pada acara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kapolres Bogor, perwakilan Forkopimda, Plt. Asisten Ekbang Kabupaten Bogor, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala DP3AP2KB, dan Camat Nanggung.

“Di Kabupaten Bogor dengan karakter landscape seperti ini, dengan luas wilayah 200 ribu hektar, dan 69 ribu hektar di Kecamatan Nanggung, ini bisa menjadi contoh landscape yang bagus. Setelah Kecamatan Rumpin yang juga menjadi contoh melalui pusat persemaian modern,” kata Siti.

Menurutnya, aktualisasi penanganan masalah-masalah lingkungan dan kehutanan, ada tiga subjek yang paling penting, yakni subjek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kita kembangkan di KLHK pemikiran untuk Indonesia adalah hal-hal yang kita kerjakan dan kita bangun bersama masyarakat.

“Pertama, haruslah secara ekonomi rakyat merasa ada gunanya. Kedua, secara sosial juga diterima dengan baik oleh masyarakat, ketiga adalah environmental sustainability,” jelas Menteri LHK.

Ia juga menjelaskan, jadi beberapa hal kita bangun di Kabupaten Bogor untuk bisa menjadi contoh dalam mengatasi berbagai persoalan yang secara indikatif direkognisi atau dikenali secara internasional.

Siti Nurbaya juga mengapresiasi dan bangga atas terselenggaranya kegiatan Go Green 7 ini, dimana temanya selaras dengan kebijakan dan kerja-kerja yang sedang dilakukan oleh pemerintah.

“Khususnya dalam perspektif hijau atau green, yang telah melembaga dan begitu populer di dunia. Begitu pula kerap digunakan Presiden Jokowi untuk mengajak kita semua masuk pada perspektif ini,” ujar Siti.

Hadir pada acara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menerangkan, Pemerintah Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi kegiatan Go Green 7 yang mengkoneksikan multipihak untuk berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas tutupan lahan di Kecamatan Nanggung melalui fasilitasi perhutanan sosial dan sentra hutan rakyat.

“Semoga Bogor Go Green 7, selain melestarikan lingkungan berdampak signifikan pada perekonomian masyarakat khususnya di Kecamatan Nanggung. Ia juga berharap, kegiatan ini dapat diperluas ke lokasi-lokasi lain di Kabupaten Bogor,” terang Burhanudin.

Dimana didalamnya, lanjut Burhanudin, ada kegiatan penanaman, pendampingan, penggunaan teknologi dalam pemetaan, dan lain sebagainya, selain untuk pemulihan perekonomian pasca pandemi Covid-19. Kegiatan ini sekaligus upaya konservasi untuk menjaga produktivitas lahan, memulihkan lahan kritis, dan menguatkan ketahanan lingkungan dari bencana.

“Sebagaimana kita ketahui, lebih dari separuh wilayah Kecamatan Nanggung yakni 56%, berupa kawasan konservasi dan hutan lindung dan rawan pergerakan tanah. Oleh karena itu, pemanfaatan lahan di daerah ini perlu dilakukan dengan prinsip kehati-hatian,” ungkapnya.

Ia menerangkan, sejak tahun 2020 telah dilakukan perjanjian kerjasama kemitraan konservasi antara Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan Ketua Kelompok Tani Hutan Konservasi Malasari Mandiri, diberikan lahan seluas 40,52 hektar oleh Balai TNGHS untuk dimanfaatkan. Pemkab bogor melalui APBD juga telah memberikan bantuan bibit kopi arabika sebanyak 5.000 pohon.

“Pada bulan Juni tahun 2021, juga telah dilakukan MoU antara Pemkab Bogor dengan Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam rangka penguatan fungsi kawasan hutan konservasi dan pengembangan destinasi wisata alam khususnya Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS),” terangnya.

Kemudian ia menambahkan, berbagai program terkait peningkatan kualitas lingkungan hidup melalui Kampung Ramah Lingkungan, Kabupaten Bogor Green and Clean Award, Sekolah Adiwiyata, dan sebagainya. SMAN 1 Nanggung ini adalah salah satu sekolah rintisan adiwiyata di Kabupaten Bogor.

Kemudian untuk diketahui, dalam rangka hari menanam pohon Indonesia 2022, Pemkab Bogor mengadakan penanaman pohon serentak di 158 kampung ramah lingkungan yang tersebar di 31 kecamatan dan 85 desa/kelurahan. Selain itu Pemkab Bogor juga bersinergi dengan BKSDA Jabar dan serikat pekerja serta management PT. Otics Cikarang Bekasi melakukan penanaman 6.000 pohon di area seluas 4,5 ha di lokasi kawasan konservasi Gunung Pancar Kecamatan Babakan Madang, dan berbagai kegiatan lainnya.

(Sihol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here