Bogor | Kabarindoraya.com

Melonjaknya kasus covid-19 di Kota Bogor sebanyak 49 kasus menjadi perhatian bersama, menurut Walikota Bogor hal ini disebabkan libur panjang. Nah, kondisi ini menjadi warning keras bagi Pemkot Bogor sayangnya hal ini belum menjadi perhatian bersama buktinya salah satu lokasi wisata terbesar di Kota Bogor masih menjadi lokasi berkerumun dalam jumlah besar sehingga diduga melanggar protocol kesehatan (Prokes).

Menanggapi informasi ini, Kasatpol PP Kota Bogor Agustiansyah menegaskan tidak akan pandang bulu dalam menindak pelanggar PSBB atau penangangan Covid-19 di Kota Bogor. “Kita akan cek lokasi, kalau memang terbukti kita akan kenakan sanksi sesuai Perwali,” kata Agus.

Sementara itu, Kadisparbud Kota Bogor Atep Budiman menanggapi berkerumun nya pengunjung tanpa protokol kesehatan disalah satu tempat wisata di kota Bogor mengatakan akan melakukan upaya lebih lanjut.

“Kalau masih ada yang belum konsisten dan terkesan kucing-kucingan dengan petugas, mohon infonya supaya kami bersama tim terkait (pol PP) bisa berupaya lebih lanjut.” Katanya saat diminta tanggapannya.

Melihat tanggapan 2 petinggi di Pemkot Bogor berkaitan dengan dugaan pelanggaran Protokol Ksehatan itu, membuat Wakil Ketua DPD Mapancas Kota Bogor M. Fahri bereaksi menurutnya, dugaan pelanggaran itu tidak ada greget dari pemangku kebijakan yang kebetulan masuk dalam satgas penangangan Covid-19.

“Kalau dari tanggapannya masih normative, padahal ini akan jadi bom waktu dan menjadi persoalan besar kalau ada kesan pembiaran, harusnya ada upaya lebih melihat persoalan atau kejadian ini, ” kata Fahri.

Sebelumnya, Mapancas mendapat informasi dari masyarakat bahwa banyak pusat wisata yang membuka area lokasinya dan diduga lalai menerapkan protocol kesehatan dan itu terjadi di akhir pekan ini di lokasi wisata terbesar di Kota Bogor.

“Informasi dari masyarakat, ada pusat wisata yang lalai menerapkan protocol kesehatan, terutama berkerumun dalam jumlah besar dalam satu tempat, tidak menjaga jarak, dan banyak yang tidak menggunakan masker, ini jelas menjadi persoalan dalam penyebaran kembali covid-19 di Kota Bogor,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya meminta sikap tegas Pemkot Bogor dalam menindak pusat wisata jikalau memang ada pelanggaran disana. “Kami sih berharap ada tindakan tegas, dan tidak tebang pilih dalam posesnya, katanya kita diminta sama-sama saling jaga,” imbuhnya. (shl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here