Bogor Raya Headline Nasional News Pemerintahan 

Penumpang Keluhkan Jadwal Keberangkatan Bus di Terminal Baranangsiang

73 Views

Bogor | Kabarindoraya.com

Terminal Baranangsiang saat ini sudah dikelola oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Tetapi sejak dikelola oleh BPTJ, tidak ada perubahan apapun terkait pelayanan dan pembangunan di terminal Baranangsiang, bahkan para penumpang bus di terminal Baranangsiang semakin mengeluh buruknya pengelolaan terminal yang berada di pintu gerbang masuk ke Kota Bogor ini.

Masyarakat mulai mengeluhkan soal jam keberangkatan bus yang kini menjadi terasa lebih lama, tak heran banyak penumpang yang beralih ke moda transportasi lain seperti travel. Adi warga Ciomas, salah satu penumpang yang akan menaiki bus jurusan Bogor-Bandung, mengungkapkan kekecewaannya dengan pelayanan di terminal Baranangsiang, lantaran waktu keberangkatan terasa lebih lama dari biasanya. Jadwal keberangkatan bus yang biasanya hanya menunggu “Ngetem” sekitar 20 menit, sekarang malah menjadi 50 menit sampai 1 jam lamanya.

“Biasanya bus itu ngetem nya sebentar aja, tapi sekarang lama sekali ngetem nya. Kenapa aturan sekarang seperti ini, apakah pihak pengelola terminal ini tidak melaksanakan wajib angkut sesuai aturan. Bus jurusan ke Bandung aja ngetemnya lama sekali,” ungkap Adi yang sering pergi ke Bandung ini.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengaku baru mengetahui adanya keluhan dari warga dan pengusaha bus yang ada di terminal terkait pengelolaan yang berpengaruh terhadap jumlah penumpang. Pria berkacamata ini baru mengetahui adanya waktu perjalanan yang wajib dilakukan armada bus. Tak cuma itu, ia juga akan mengevaluasi jajaran pengelola di Terminal Baranangsiang soal waktu wajib angkut ini.

Sejak diambil alih BPTJ, Bambang mengakui memang belum ada kegiatan kongkret di lapangan, termasuk kegiatan pembangunan. Hanya saja, beberapa perbaikan seperti pengaspalan sudah dilakukan oleh pengelola unit Terminal Baranangsiang. “Pelayanan harus tetap berjalan dan harus diberikan kepada para calon penumpang. Nanti saya akan evaluasi pengelolaan di terminal Baranangsiang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga menyinggung soal rencana pembanguan Transit Oriented Development (TOD) di Terminal Baranangsiang di awal 2019. Saat ini, BPTJ masih berusaha meyakinkan investor awal, yang sudah menjalin kerjasama Build-Operate-Transfer (BOT) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sebelum serah terima aset, agar segera bisa memulai pembangunan. “Besok (hari ini, red) saya mengundang pemegang saham perusahaan itu, untuk meyakinkan investor, yakni PT PGI, agar mulai pembangunan,” terangnya.

Maka, belum ada akfititas fisik yang dilakukan, sembari menunggu hasil pembahasan. Optimalisasi keadaan eksisting saja yang akan dimaksimalkan. Tak lupa juga mengajak Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB) untuk meminta saran soal desain. “Pihak mereka dilibatkan, sama-sama, waktu itu sudah oke, tinggal meyakinkan investor yang punya dananya,” pungkasnya.

(Red)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: