Berita Daerah Bogor Raya Headline Hobi Kab Bogor Kabar Daerah Nasional News Olahraga Pendidikan Teropong Warga 

Pesantren Adalah Tempat Penanaman Moral Dasar

103 Views

Bogor Kabarindoraya.com |

Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) adalah lembaga Nahdlatul Ulama dengan basis utama pondok pesantren seluruh Indonesia dengan jumlah yang mencapai + 23.000 pesantren.

Lembaga ini lahir sejak Mei 1954 dengan nama Ittihad al-Maahid al-Islamiyah yang dibidani oleh KH. Achmad Syaichu dan KH. Idham Kholid, sebagai wadah pesantren yang saat itu pasca Muktamar.Semangat berkoordinasi dan berkonsolidasi untuk meningkatkan pengembangan dan penguatan pesantren.

Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama 2010 Bab V Pasal 18 huruf c menyebutkan bahwa Rabithah Maahid Islamiyah adalah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. Disinilah RMI berfungsi sebagai katalisator, dinamisator, dan fasilitator bagi pondok pesantren menuju tradisi mandiri dalam orientasi menggali solusi-solusi kreatif untuk Negeri.

Selain itu,Rabithah Maahid Islamiyah berpijak pada upaya pengembangan kapasitas lembaga, penyiapan kader-kader bangsa yang bermutu, dan pengembangan masyarakat.
Di dalam pondok pesantren pendidikan yang didapatkan bukan sebatas teori, namun juga praktik beragama.

Pesantren merupakan tempat penanaman nilai-nilai moral yang mampu membentuk jatidiri manusia yang berbudi luhur. Pondok pesantren merupakan wadah santri menimba ilmu pengetahuan (keagamaan) setiap hari selama bertahun-tahun dibawah kepemimpinan kyai. Prinsip-prinsip dasar yang ditanamkan dalam dunia pesantren adalah tathawwur (berkembang secara gradual), tawasuth (moderat), tawazun (harmonis-seimbang), Itidal (lurus) dan tasamuh (toleran) dengan berpihak pada nilai-nilai permusyawaratan dan keadilan dalam orientasi kemaslahatan umum.

Setiap pesantren memiliki karakteristik yang khas meskipun secara umum memiliki berbagai kesamaan dalam hal menyebarkan aliran keagamaan Islam ahlussunah wal jamaah annahdliyah yang rahmatan lil alamin. Keragaman karakteristik ini merupakan kekuatan dan sekaligus keunikan. Unsur-unsur dasar yang membentuk lembaga pondok pesantren adalah kyai, masjid, asrama, santri dan kitab kuning. Kyai menempati posisi sentral dalam lingkungan pesantren, karena ia sebagai pemilik, pengelola, dan pengajar, serta imam pada acara-acara keagamaan yang diselenggarakan. Unsur lainnya (masjid, asrama, santri, dan kitab kuning) bersifat subside, dibawah kendali kyai. Dengan unsure-unsur yang dimilikinya, pondok pesantren telah menjadi pusat pembelajaran (training centre) dan pusat kebudayaan (cultural centre).
Nilai-nilai yang menjadi budaya Rabithah Maahid Islamiyah adalah kreatif, harmonis, amanah, responsive, intelek, sederhana, mandiri, dan aktif sebagai upaya untuk mewujudkan peran pesantren sebagai wadah tafaquh fiddin dan rekayasa sosial dalam upaya membangun kemashlahatan masyarakat yang mandiri.(Redaksi/Nay)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: