Bogor | Kabarindoraya.com

Menyusutnya lahan serta terus meningkatkan kebutuhan pangan menjadi dua kondisi yang bertolak belakang. Di satu sisi masyarakat memerlukan pangan sebagai kebutuhan utama dan di satu sisi ketersediaan lahan yang menjadi fungsi utama dalam produksi pangan terus berkurang karena pesatnya pembangunan dari mulai pembangunan perumahan, jalan dan bangunan lainnya. Padahal, kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani termasuk ke dalam Nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Sementara, impor pangan rasanya juga bukan solusi bagi negara yang memiliki darah sebagai negara agraris. Melalui berbagai penelurusan, penulis mengetahui bahwa pada 2014, Indonesia membuka keran impor bagi komoditas jagung hingga mencapai 3,6 juta ton. Hal tersebut menjadikan harga jagung di tingkat petani mengalami penurunan hingga merugi. Meskipun, kabar baiknya adalah Presiden Jokowi telah menyatakan bahwa impor jagung pada tahun 2018 telah direm total menjadi 180 ribu ton dari hampir 3,6 juta ton.

Meskipun demikian, hal tersebut belum serta merta menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan. Untungnya, bangsa Indonesia lahir dari sebuah proses perjuangan. Dari mulai individu, akademisi hingga komunitas terus berupaya mencari cara untuk dapat memproduksi panganan demi mewujudkan ketahanan pangan.

 

Di masyarakat perkotaan sendiri, yang merupakan daerah metropolitan dan minim lahan, penulis sudah menemukan adanya upaya masyarakat untuk mewujudkan ketahanan pangan. Salah satunya adalah dari gerakan masyarakat yang bernama Pasar Petani Kota. Pasar Petani Kota merupakan sekumpulan masyarakat yang mencoba memanfaatkan lahan yang ada untuk berkebun dan memenuhi kebutuhan dapur keluarga.

Masalahnya, gerakan masyarakat dalam memanfaatkan lahannya ini belum masif. Sehingga, gerakan masyarakat yang juga dikenal dengan nama urban farming ini perlu disebarluaskan agar masyarakat yang disebutnya menjadi Petani Kota tersebut bisa terus ada, berkembang dan semakin bertambah jumlah petani-petani kota yang dapat menghasilkan panganan meskipun ditanam di lahan yang seadanya.

Menggagas suatu PIPP

Media yang sangat berpotensi dalam menyebarluaskan (diseminasi) gerakan urban farming ini adalah dengan membangun Pusat Informasi Pembangunan Pertanian (PIPP). PIPP sendiri menurut Saleh et al. (2018) memiliki peran yang sangat penting karena menjadi medium interaksi informasi dan komunikasi seluruh stakeholder dalam lapisan masyarakat, utamanya yang terkait dengan bagaimana menyebarluaskan informasi tentang inovasi, pemberdayaan, peningkatan kapasitas dan informasi pembangunan lainnya. Diharapkan, melalui PIPP, petani kota yang sudah bergerak akan semakin bertambah kemampuannya serta hasil panennya. Selain itu, bagi masyarakat yang belum bergerak, dapat terpapar dan terinspirasi sehingga dapat bergerak menjadi petani kota dengan memanfaatkan lahan yang ada.

Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, dan juga sasaran diseminasi dari PIPP untuk gerakan Petani Kota, penulis mengusulkan menggunakan konsep KITA. Kita, atau yang dalam bahasa indonesia berarti sekumpulan individu yang memiliki kesatuan perasaan juga merupakan kesatuan kata dari huruf K I T dan A.

Dalam PIPP kali ini, K memiliki makna Kanal atau saluran, oleh karena itu, Kanal atau Saluran harus menjadi hal yang utama dalam menggagas PIPP. Perkembangan teknologi dan juga sasaran diseminasi yang merupakan masyarakat kota sepertinya lebih dekat dengan kanal Youtube yang dapat mengemas dan menyajikan pesan suara dan gambar bergerak. Apalagi, Youtube yang berisikan video-video dapat berisi cara-cara secara bertahap (tutorial) yang dipraktikkan langsung di dalam video. Dan penonton yang menjadi sasaran diseminasi juga bisa mempraktikkan cara-cara pertanian maupun inovasi yang ada di video tersebut.

Apalagi, gagasan pembangunan PIPP ini memiliki landasan hukum yakni Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Kemudian I, I di sini adalah Informasi. Peran uatama PIPP adalah informasi yang merupakan isi atau konten dalam mendiseminasikan pesan. Untuk itu, informasi harus disusun dengan baik sehingga berisi pesan yang informatif, mendidik, namun tetap dikemas dengan santai agar menghibur dan tidak membosankan. Informasi PIPP untuk Petani Kota dapat berisi informasi tentang awal dan juga cara memanfaatkan lahan, mengelola tanaman dan juga memanen. Sehingga, penonton dapat menyaksikan tahap demi tahap dalam memanfaatkan lahan dan menjadi petani kota. Selain itu, perlu juga ada wawancara bersama Ahli atau Pakar agar dapat mendiseminasikan inovasi-inovasi terbaru dalam mengelola pertanian di perkotaan.

Selanjutnya adalah T. T di sini adalah Tim. Untuk dapat menciptakan, mengelola dan menyebarluaskan informasi dari PIPP ini, diperlukan adanya tim yang solid dan hebat. Setidaknya, diperlukan satu pembina, satu penanggung jawab, satu kepala koordinator dan empat divisi: divisi program, divisi sosial media, divisi keuangan dan divisi pemasaran dan optimalisasi mesin pencari (SEO).

Divisi program akan menjadi garda terdepan di dalam tim ini karena fokus dalam perencanaan hingga menciptakan hasil video yang baik. Sehingga, diperlukan tambahan tim yang memiliki tugas sebagai reporter, kameramen, editor dan penulis.

Kemudian, divisi sosial media diperlukan untuk membantu menyebarluaskan hasil video di kanal Youtube melalui sosial media seperti Facebook, Whatsap, Instagram dan Twitter.

Selanjutnya divisi keuangan yang sangat penting yaitu mengelola perputaran uang yang ada di PIPP ini dari mulai mencatat uang masuk, membuat perencanaan alur keuangan, mendistribusikan uang dan mencatat serta membuat laporan keuangan.

Terakhir adalah divisi pemasaran dan SEO. Roda keorganisasian PIPP tidak bisa berjalan tanpa bantuan dana yang cukup, sehingga, diperlukan divisi yang bertugas mencari iklan untuk pemasukan. Dan, berhubung menggunakan kanal Youtube, divisi ini juga bisa memanfaatkan optimalisasi mencari uang dari Youtube.

Setelah K I T, kemudian ada A untuk anggaran. Seperti dijelaskan sebelumnya, roda organisasi PIPP bisa bergerak bila ada bantuan dana. Sehingga, hal ini perlu dipertimbangkan ketika ingin membangun dan menjalankan PIPP. Tim PIPP dapat merancang anggaran dana yang dibutuhkan dan mencarinya. Namun, perlu diketahui juga bahwa dukungan untuk menjalankan PIPP bukan hanya berupa uang, melainkan bisa saja dengan membangun kerja sama. PIPP Pertanian Kota dapat menjalin kerja sama dari mulai Kementerian Pertanian, Lembaga Donor dan juga kampus-kampus. Kampus dapat menjadi mitra apalagi kampus yang memiliki banyak ahli dan pakar seperti Institut Pertanian Bogor yang baru-baru ini juga memiliki Tani Center yang semestinya bisa menjadi jembatan antara PIPP dengan Ahli dan Pakar untuk menjadi narasumber di PIPP.

Selain anggaran, A juga dapat bermakna audit yang tujuannya untuk mengaudit dari mulai audit keberhasilan, audit organisasi hingga audit keuangan.

Tulisan ini ditulis oleh Robby Firliandoko, Mahasiswa Pascasarjana IPB University Jurusan Komunikasi Pembangunan Angkatan 2019.

(Red/***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here