Berita Daerah Bogor Raya Headline Nasional News Pemerintahan 

PKL Lawang Saketeng Minta Penangguhan Relokasi

136 Views

 

Bogor | Kabarindoraya.com

Rencana penataan kawasan Jalan Pedati dan Lawang Saketeng dengan merelokasi ratusan Pedagang Kali Lima (PKL) oleh Pemerintah Kota Bogor, mendapat penolakan dari para pedagang. Sebanyak 670 PKL yang berjualan di Jalan Pedati dan kawasan Lawang Saketeng meminta kepada Pemkot Bogor untuk menunda rencana relokasi hingga akhir Ramadhan tahun 2020 nanti. Sejumlah pedagang mengontrog gedung DPRD dan menemui Komisi 2 DPRD. Kedatangan pedagang diterima Wakil Ketua DPRD Eka Wardhana, Ketua Komisi 2 Restu, Rizal Utami, Mardiyanto, Laniasari, Syarif Sastra, dan Hj. Lusiana Nurissiyadah.

Perwakilan pedagang Irfan mengatakan, pedagang meminta dilakukan penangguhan eksekusi dan relokasi hingga Lebaran nanti. Banyak faktor permohonan penangguhan relokasi itu diantaranya persoalan kebutuhan ekonomi sangat tinggi jelang Ramadhan, termasuk akan adanya pergantian tahhn ajaran baru sekolah.

“Kami minta relokasi ditangguhkan dan Pemkot Bogor tidak melakukan eksekusi terhadap para pedagang dulu. Tempat untuk relokasi bagi pedagang saja belum pasti dan mampu menampung seluruh pedagang,” kata Irfan.

Ia menuturkan, sosialisasi yang dilakukan Pemkot Bogor baru satu kali di kelurahan Gudang. Saat itu pihak PD Pasar menawarkan relokasi ke Pasar Bogor dan Pasar Cumpok. Untuk di pasar bogor hanya menampung 100 sampai 200 pedagang, sedangkan untuk di pasar Cumpok lokasinya belum siap untuk menjadi lokasi penampungan pedagang.

Senada, Nana pedagang buah buahan menuturkan, para pedagang minta ditata dan dirapihkan tapi tidak direlokasi. “Pedagang siap mengikuti penataan dan dirapihkan, dan para pemilik toko juha tidak keberatan ada PKL. Intinya kami minta ditata kalau bisa,” tegasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Eka Wardhana mengatakan, seluruh aspirasi dan informasi dari para pedagang sudah diterima dan akan ditindaklanjuti rapat bersama pihak Pemkot Bogor. “Kita akan rapat dengan Satpol PP dan UMKM, termasuk dengan PD Pasar soal rencana relokasi. Semangatnya sama adalah warga memiliki hak dan kewajiban yang sama. Kami akan memperjuangkan nasib pedagang dan setiap pembangunan memang ada dampak, tetapi bagaimana dampak itu tidak besar mengorbankan masyarakat,” ucapnya.

Anggota Komisi 2, Rizal Utami menuturkan, DPRD mengapresiasi keberadaan pedagang dan apapun kebijakan Pemkot Bogor harus didukung asalkan tidak berdampak besar kepada pedagang. Pemkot juga harus mampu menyiapkan tempat relokasi bagi pedagang sekitar 670 pedagang.

“Relokasi pedagang berdampak kepada pengangguran, jadi Pemkot harus menyiapkan dengan benar, terutama tempat relokasinya,” ujarnya.

Rizal mengungkapkan, kawasan Lawang Saketeng dulunya merupakan tempat PSK, sarang copet, lokasi perjudian dan masalah sosial lainnya, tetapi lambat laun warga sekitar telah merubah kawasan itu menjadi lokasi pasar jual beli. Pedagang disana berasal dari relokasi di pasar Ramayana, pasar Bogor dulunya. “Sejarahnya sangat panjang dan pedagang di Lawang Saketeng itu banyak memberikan manfaat. Jadi kebijakan Pemkot harus berpihak kepada pedagang, agar tidak menimbulkan dampak lebih besar,” tandasnya.

(Red)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: