Bisnis Bogor Raya Headline Nasional News Pemerintahan 

PKL Pedati dan Lawang Seketeng Minta Relokasi Setelah Lebaran

238 Views

 

Bogor | Kabarindoraya.com

Pemerintah Kota Bogor terus mematangkan rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Pedati dan Lawang Saketeng. Rapat tahap kedua dilaksanakan di Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah dihadiri puluhan pedagang, pihak Dinas UMKM, Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya, Satpol PP dan Kelurahan Gudang, kemarin.

Rapat yang membahas relokasi pedagang ke Pasar Bogor sempat memanas ketika Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzzakir mengungkapkan bahwa relokasi sudah ditetapkan tanggal 6 Maret 2020 mendatang. “Sudah disepakati bersama bahwa relokasinakan dilaksanakan di tanggal 6 Maret,” ujarnya.

Muzzakir menuturkan bahwa Pasar Bogor mampu menampung 696 pedagang sesuai data yang diberikan, diantaranya sekitar 400 pedagang malam dan 200 pedagang siang. Ia juga mempersilahkan kepada perwakilan pedagang untuk melakukan survey bersama sama ke lokasi di lantai 3 Pasar Bogor. Relokasi yang dilaksanakan nanti bukan saja memindahkan pedagangnya, tetapi para pembelinya juga dipindahkan.

“Kita sudah siapkan di lantai 3 dan tempatnya juga mampu untuk menampung seluruh pedagang dari Jalan Pedati dan Lawang Saketeng. Untuk pedagang buah ditempatkan di lantai 1. Kita gunakan sistem shif sepertu yang sekarang ditetapkan di Lawang Saketeng dan Jalan Pedati ini,” jelasnya.

Perwakilan pedagang Nana mempertanyakan kesepakatan relokasi tangal 6 Maret, karena menurutnya, pedagang belum diajak musyawarah untuk menentukan waktu relokasi. “Kami tetap minta relokasi dilakukan setelah lebaran. Relokasi ini jangan ditentukan sepihak, tapi pedagang juga harus dilibatkan,” tegasnya.

Kenapa meminta relokasi setelah lebaran, lanjut Nana, karena bulan puasa merupakan momentum ekonomi pedagang, selain itu di waktu bersamaan juga akan ada pergantian tahun ajaran sekolah. “Pemkot Bogor harus memikirkan nasib pedagang dong, kita semua berharap dari bulan puasa. Kami siap mematuhi ketika lebaran semua kawasan sudah kosong tidak perlu ditertibkan, tapi tolong permohonan penangguhan relokasi sampai lebaran dipenuhi oleh pemerintah,” jelasnya.

Senada, koordinator pedagang Irpan Efendi menegaskan, tidak ada perwakilan pedagang yang dilibatkan dalam penentuan waktu relokasi tanggal 6 Maret. Pedagang tetap meminta waktu relokasi ditangguhkan hingga lebaran. “Kita tetap meminta agar direlokasi setelah lebaran. Pedagang ingin dilibatkan penuh soal relokasi, baik waktu, tempat penampungan relokasi dan lainnya. Kesiapan tempat penampungan juga belum jelas, soal pembangunan penataan inipun belum dilaksanakam tender lelangnya, jadi masih banyak waktu untuk relokasi hingga lebaran nanti,” tegasnya.

Soal akan diberlakukannya dua shif di lokasi penampungan pedagang di Pasar Bogor nanti, Irfan mengatakan bahwa pedagang semua menolak. Karena kenyataannya sekarang saja tidak ada shif shif bagi pedagang, semua pedagang memiliki lapak masing masing. “Pengalaman melihat relokasi di tempat lain, kalau digunakan shif shif an itu akan merugikan pedagang. Kami menolak dan tetap meminta 696 pedagang disiapkan semua tempatnya,” tutupnya.

(Red)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: