JAKARTA l  Kabarindoraya.com

Direktur Eksekutif Gerbang Betawi dr. Ashari menyadari, selama tiga tahun Gerbang Betawi berjalan, banyak yang sudah kita lalui bersama. Namun, masih banyak hal-hal yang perlu kita evaluasi. Secara personal anggota, kebanyakan anggota gerbang Betawi masih memiliki prioritas lain sehingga kurangnya fokus untuk memajukan Gerbang Betawi. Selain itu, struktur organisasi kita yang terlalu gemuk, sehingga pergerakan gerbang Betawi menjadi kurang lincah.

Mengacu kepada sejumlah problema ini, dan untuk memenuhi tuntutan perkembangan zaman, dimana sekarang organisasi harus bergerak lincah dan kreatif. Dijelaskan dr. Ashari, kita perlu memikirkan dalam Raker ini, apa dan bagaimana sikap, program dan rencana aksi kita untuk memajukan Gerbang Betawi, terutama untuk melakukan transformasi masyarakat Betawi.

“Oleh karena itu, saya ingin mengajak Abang dan Mpok untuk dalam Raker ini, sekurang-kurangnya menyiapkan langkah awal pemikiran menghadapi itu semua:

Pertama, di Bidang Budaya, meliputi Pendidikan, Sains, Teknologi, Agama; mencakup pemikiran terkait penguatan dan pengembangan kurikulum muatan lokal pendidikan tingkat dasar dan menengah dalam konteks budaya Betawi yang utuh, tidak sekadar kesenian;

Kemudian, pemikiran terkait penguatan dan pengembangan kurikulum muatan lokal pendidikan agama tingkat dasar dan menengah dalam konteks budaya Betawi yang utuh, tidak sekadar seni;

Juga mencakup pengembangan literasi (tekstual dan audiovisual) dengan budaya Betawi dalam konteks kekinian dan masa depan; Pengembangan potensi generasi millenial Betawi dalam konteks pengembangan dan pemanfaatan sains dan teknologi;

Selanjutnya, perumusan program penguatan pusat studi dan penelitian tentang ke-Betawi-an di berbagai universitas di wilayah budaya Betawi; dan Perumusan konsep dasar dan aplikasi tentang Wilayah Budaya Betawi di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten serta rancangan program kerjasama Gerbang Betawi dengan pemerintah otonom di wilayah terssebut;

Kedua, Bidang Ekonomi, meliputi Agribisnis, Industri, dan Dunia Usaha, diantaranya mencakup: Pemikiran dan perumusan program kerjasama dengan pemerintah terkait pembinaan dan pengembangan potensi kewirausahaan warga Betawi ( program kerjasama, misalnya dengan HIPPI atau lainnya);

Kemudian, pemikiran dan perumusan program pengembangan (termasuk pemasaran) potensi industri mikro, kecil dan menengah – unggulan masyarakat Betawi;

Selanjutnya, pemikiran dan perumusan penguatan akses pelaku usaha masyarakat Betawi (mikro, kecil, menengah) terhadap modal (perbankan), pasar (termasuk informasi) dan kemitraan bisnis; Pemikiran dan perumusan untuk menyiapkan pengusaha betawi khususnya dalam bidang property dan kuliner.

Ketiga, Bidang Sosial dan Politik, meliputi Kebijakan Publik dan Kaderisasi, diantaranya mencakup: Perumusan pemikiran tentang evaluasi dan perubahan Peraturan Daerah, Peraturan dan Keputusan Gubernur dan berbagai kebijakan lainnya terkait dengan Betawi dan ke-Betawi-an;

Perumusan pemikiran dan perancangan program aksi komunikasi sosial dan kebijakan terkait peningkatan disiplin warga dalam percepatan penanggulangan Covid-19; Perumusan pemikiran dan perancangan latihan kepemimpinan politik dan pemerintahan masyarakat Betawi; dan perumusan pemikiran dan perancangan kaderisasi untuk menyiapkan calon anggota legislatif dan senator dari masyarakat betawi.

Keempat, Bidang Organisasi, meliputi Struktur, Manajemen dan Pengembangan Organisasi, mencakup: Penyempurnaan struktur organisasi Gerbang Betawi; Penyempurnaan dan perubahan tata kelola organisasi Gerbang Betawi Penyempurnaan dan perubahan pengurus Gerbang Betawi; Penyempurnaan penggunaan fasilitas teknologi untuk menunjang pergerakan Gerbang Betawi.

“Mudah-mudahan, apa yang saya kemukakan dapat menjadi pertimbangan dalam pembahasan berbagai hal sesuai dengan agenda Raker ini. Semoga Raker ini jadi energi baru untuk menjadikan gerbang Betawi yang lebih maju,” kata Ashari mengakhiri.*** (Ades)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here