Berita Daerah Bogor Raya Headline Kab Bogor Kabar Daerah Nasional Pemerintahan Pendidikan Teropong Warga 

Salah Pakai Seragam Maupun Tak Bawa LKS, Siswa SDN Gandoang 2 Didenda Rp10 Ribu

643 Views

Salah Pakai Seragam Maupun Tak Bawa LKS, Siswa SDN Gandoang 2 Didenda Rp10 Ribu

Cileungsi Kabarindoraya.com – Carut-marut dunia pendidikan di Kabupaten Bogor kembali terulang, kali ini terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gandoang 2 yang berada di Kampung Gandoang, RT 02/04, Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi. Para wali murid kelas 2 sangat kecewa terhadap guru yang mendidik anaknya tersebut, lantaran selalu memungut biaya.

Salah seorang wali murid yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, guru yang mengajar di kelas 2 tersebut selalu meminta uang pada murid-muridnya dengan berbagai macam alasan, mulai dari mewajibkan les tari pada seluruh siswanya, les mata pelajaran, hingga denda untuk siswa yang salah memakai seragam sekolah maupun salah membawa Lembar Kerja Siswa (LKS).

“Yang anehnya, kenapa semua siswa yang diajarnya tersebut wajib untuk mengikuti les menari, padahal les menari itu kegiatan ekstrakulikuler yang tidak diwajibkan. Parahnya lagi, jika siswa telat membayar Lestari sebesar Rp2 ribu perminggu, tidak boleh dulu pulang, ini namanya diskriminasi terhadap anak didik,” katanya, (27/11).

Ia menjelaskan, les mata pelajaran pun sangat tidak jelas, karena tidak ada jam pelajaran tambahan. Siswa hanya diberikan lembaran foto copy, serta harus membayar Rp35 ribu.

“Yang lebih parah lagi, jika anak didik salah membawa LKS, maupun salah menggunakan seragam sekolah pada hari tertentu akan dikenakan denda sebesar Rp10 ribu, saya kira hal ini terindikasi sebagai pungli,” jelasnya.

Menurutnya, wali murid kelas 2 sudah berkumpul, dan bermusyawarah dengan kepala SDN Gandoang 2 pada hari Sabtu (24/11) kemarin, namun kepala sekolah tidak memberikan solusi yang diinginkan oleh para wali murid.

“Kami ingin guru tersebut segera dimutasi, karena sejak dulu guru tersebut selalu membuat masalah di SDN Gandoang 2,” tuturnya.

Senada yang diucapkan Salah seorang warga Kampung Gandoang, RT 02/04, Desa Gandoang, Kecamatan Cileungsi, Dede Abdillah mengungkapkan, guru tersebut memang sejak lama selalu menimbulkan masalah di sekolah.

Bahkan, sambungnya, enam tahun yang lalu, saat anaknya duduk di bangku kelas 5, guru itu memakai uang tabungan siswa sehingga para siswa tidak bisa mengambil uang tabungan saat kenaikan kelas.

“Kalau gurunya selalu mencontohkan hal yang tidak baik, bagaimana dengan nasib anak didik nantinya. Karena guru adalah panutan dari siswanya,” ungkapnya.

Dirinya berharap, kepala sekolah bisa mengambil keputusan yang tegas dengan memutasi guru tersebut. Apalagi, sanksi berupa teguran sudah diberikan pada guru tersebut sejak beberapa tahun yang lalu, namun guru itu tak kunjung jera, dan selalu membuat masalah.

“Semua wali murid sudah cukup sabar terhadap kelakuan guru tersebut, dan kali ini guru itu harus dimutasi, agar tak mencoreng nama baik sekolah,” harapnya.

Sementara itu Kepala SDN Gandoang 2 Madsoleh berkilah, bahwa tidak ada pungutan pada setiap anak yang lupa bawa LKS, hanya diberikan sanksi berupa mengerjakan tugas.

“Untuk siswa yang lupa membawa LKS tidak dikenakan denda, hanya diberikan sanksi berupa tugas tambahan,” kilahnya.

Dirinya pun tak mengakui, mengenai adanya uang les pelajaran tambahan yang harus dibayar oleh setiap siswa sebesar Rp35 ribu.

“Uang les yang sebesar Rp35 ribu itu juga tidak ada disini,” tandasnya.(Nasir)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: