Bogor  | Kabarindoraya.com

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri bersama Buser Polres Bogor mengaku demi terciptanya lingkungan bebas Narkotika telah menangkap pengedar Narkoba dan pelaku sudah dipengadilan.

“Untuk pengedar kemarin kita sudah tangkap, bahkan sudah ketok palu di pengadilan, saya menangkap itu lewat cctv, ada 6 paket yang saya dapatkan lewat cctv,
Dan sudah diproses di pengadilan bahkan sudah ketok palu ya,” Ujarnya kepada Jurnal Bogor saat sosialisasi P4GN di Kecamatan Gunung Putri. Selasa (03/08) kemarin.

Bahkan, kata dia, sekarang ini ada pola transaksi baru dengan cara bertrasaksi di masjid.”Jadi yang kita tangkap bersama Buser Polres Bogor lusa lalu, itu bentuknya seperti permen Kopiko( jenis sabu ) yang di bungkus lakban itu persis seperti itu dan kita menangkap 6 paket sabu dengan rata rata diatas 1 gram satu bungkus nya itu,” Kata A Heri biasa disapa.

Menurutnya ada juga yang ditempel di tiang listrik dan uniknya, karena Desa Gunung Putri ini banyak Kampung Ramah Lingkungan (KRL) itu di simpan di bawah pot bunga.

“Karena banyak KRL disimpanlah sama dia di urug di bawah pot bunga, untung nya kita punya banyak CCTV jadi terdeteksi oleh CCTV, kalo gada CCTV mungkin kita tidak bakal tau,” tuturnya.

Ia menceritakan bahwa desa nya memang tempat transaksi, terapi ia menyebut di perbatasan Citereup-Gunung Putri dan tempat bandarnya di Lulut.

” Saat terdeteksi, kita datangi bener ada 6 paket yang kita dapati, yang 6 paket ini luar biasa rata rata diatas 1 gram, dan untuk pelakunya ditangkap di wilayah Citereup, perbatasan Gunung Putri Citereup, nah tapi yang bandar-bandar itu beroperasi nya di daerah Lulut, transaksi nya di Gunung Putri.Maka dengan dibentuknya Satgas kalo disetiap desa ini ada seperti ini maka akan cepat memberantasnya, tapi kalo cuman Gunung Putri aja yang seperti ini akan sulit memberantas hal tersebut,” pungkasnya.

(Nay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here