Bogor | Kabarindoraya.com

Sudah minggu ke-4 (Empat) Perguruan Merpati Putih (MP) memberikan pelatihan senam pernapasan anti Covid-19 kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bogor. Kali ini, selain senam para anggota pun dilatih secara khusus atraksi mematahkan besi dragon, Bertempat di Halaman parkir sekretariat PWI Kabupaten Bogor, Jalan Bersih No.1, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Pada Sabtu (22/01/21).

Ketua Perguruan ilmu tenaga dalam Merpati Putih cabang khusus Jayadiningrat, H. Sulistianto, S.Ip, M.H mengatakan dengan bisa mengatur pola pernapasan yang baik maka penyakit apapun yang ada di tubuh kita, asal kita yakin sembari berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa maka akan sembuh semuanya.

“Kuncinya ada di pernapasan. Sekali lagi saya sampaikan bahwa inti dari olah nafas Merpati Putih adalah memperbaiki sel-sel dalam tubuh. Ketika olah nafas dilatih untuk mengosongkan oksigen dengan membuang nafas, kemudian ditahan tanpa oksigen tiga jari dibawah pusar. Dengan dilatih tanpa oksigen, sel-sel tubuh akan aktif untuk bergerak. Olah nafas ini juga disamping untuk meningkatkan imun tubuh juga mempercepat penyembuhan bagi pasien yang terpapar covid-19. Kemudian olah nafas selain mampu menangkal Covid, juga mampu menyembuhkan penyakit apapun,” ujar H. Sulis sapaan akrabnya.

H. Sulis menambahkan, secara khusus mulai hari ini para peserta senam kebugaran dilatih teknis pernapasan agar bisa mematahkan besi dragon. “Tarik nafas, lalu fokuskan tangan atau bagian tubuh yang akan kita gunakan mematahkan besi, setelah nafas tertarik maka pukulkan tangan ke besi, insyaallah besi akan patah,” uangkapnya sambil meperagakannya kepada ketua PWI Kabupaten Bogor H. Subagiyo dan ketua Koperasi PWI Effendi Tobing.

Saat atraksi mematahkan besi, tampak ketua Koperasi Warta Karya Mandiri (KWKM) PWI Kabupaten Bogor, Effendi Tobing mematahkan besi dragon dengan satu tangan. Dengan terlebih dahulu mengatur pernapasan, tarik nafas lalu di tahan, kemudian Tobing biasa dipanggil itu memukul besi memakai tangan terbuka dengan hentakan sambil mengolah nafas. Brakkk, besi pun patah seketika.

Kemudian atraksi kedua dilakukan oleh ketua PWI Kabupaten Bogor, H. Subagiyo, dimana besi yang dipukulkan ke tangannya yang menjulang kedepan sambil jari dikepal. Dengan mengatur pernapasan lalu besi dipukulkan, tampak besi pun patah.

Usai menggelar latihan dan atraksi, H. Subagiyo mengaku sangat bangga karena atraksi yang dilakukannya berhasil. “Mantap, awalnya saya gak percaya tapi dengan saya mengatur pernapasan dengan baik, besi yang dipukulkan ketangan saya pun patah namun saya tak merasakan sakit apapun,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Effendi Tobing, dirinya mengaku sangat bersyukur mampu mematahkan besi dragon dengan pukulan tangan. “Ini luar biasa ya, hanya dengan kita mampu mengatur pernapasan besi yang saya pukul pakai telapak tangan patah seketika. Super sekali ini,” pungkasnya.

(Redaksi) Email : kabarindoraya@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here