Berita Daerah Bogor Raya Headline Kab Bogor Pemerintahan Teropong Warga 

Sempat Disoal Cakades, Penetapan DPT Cipenjo Akhirnya Final

96 Views

 

Bogor Kabarindoraya.com |

Rapat terbuka Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkades Cipenjo disoal Calon Kepala Desa, lantaran adanya pengurangan dan penambahan serta Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) yang tidak singkrong dengan data dari Disdukcapil. Rapat yang digelar di Aula Kantor Desa itu dihadiri oleh Camat Cileungsi, Kapolsek, Para Cakades dan Tim Pemenangan masing-masing calon. Jum’at (4/10/10).

“Saat mau paraf DPT ternyata saya koreksi kembali masih ada data yang belum lenngkap terkoreksi kurang lebih 10 suara. Bahkan ada NIK da KK ada tapi nama tidak tidak terdaftar pun sebaliknya, semacam itulah hal-hal yang biasa namun masih ada kesalahan seharusnya kan sudah deal,” kata Calon Kepala Desa, Kohandi

Menurut Kohandi, yang jadi persoalan adalah ketika data yang dipakai oleh panitia Pilkades tidak sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Contonya ialah ketika orang yang sudah memiliki KTP dan KK pasti terdaftar Disdukcapil namun tidak terdaftar sebagai DPT. Sebenernya teknik dan aturan mainnya hampir sama dengan Pilgub dan Pilpres, mungkin pada pilkades saat ini memakai data Dukcapil.

“Nah yang saya pesoalkan tidak terdaftar sebagai DPT itu kebetulan sodara semua, bukan saya membela harga diri keluarga. tapi kebetulan kejadiannya ada di keluarga saya semua dan banyak, dari kandidat lain mungkin sedikit. Bagi saya baik atau tidaknya yang penting semua memiliki hak dan kewajidan yang sama dalam Pilkades taun ini, masalah pilihan itu hati dan nurani yang penting haknya terpenuhi,” kesalnya.

Arta menambahkan, Walaupun Pilkades di sekor bahkan sampai di berentikan se Kabupaten Bogor itu tidak jadi persoalan selama masih ada data yang belum akurat. “kalau itu demi kebaikan kenapa tidak
Saya bukan berarti beranai melawan aturan, tapi kalau aturannya tidak dijelaskan atau tidak dijalankan dengan semestinya itu akan mengacaukan Pilkades itu sendiri”, katanya

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades Cipenjo, Sukarta mengakui keterlambatan dalam menginput data DPT karena masyarakat Rt dan Rt itu ada yang sama jadi double hal itulah yang menjadi pekerjaan yang memerlukan waktu yang ekstra. “di kita Rt dan Rw ada yang sama. Contohnya di perumahan ada Rt 01 dan Rw 01 pun di Kampung juga ada. Makannya sebelum kita menginjak ke pada Rt menyebarkan data untuk di pilih kita input dulu tapi memang memerlukan waktu, jadi begitu diminta untuk tahapan-tahapan dari mulai awal sampai sekarang ini jadi agak terlambat,” tuturnya.

Ditanya soal salah input data, Sukarta menjelaskan untuk masalah input yang tidak sesuai dirinya berdalih dengan alasan pekerja yang menginput data NIK itu malam hari yang mengakibatkan ketidak fokusan pada stafnya. “kita bekerja malam jadi kita akui ada kurang angka, untuk masalah NIK lama kebetulan di kita juga masih ada nik dan kk yang lama memang belum di perbaharui,” jelasnya.

Meski berlangsung alot, rapat pleno yang dimulai pukul 19.00 WIB hingga 00:00, Panitia Pilkades tetap mengesahkan DPT Cipenjo dengan jumlah 12.146 hak pilih dan di paraf opeh semua Calon Kepala Desa.(Redaksi/Jis)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: