Bogor Raya Headline Nasional News 

Setelah ‘Dipaksa’, PT Trikencana Sakti  Akhirnya Tandatangani Pakta Integritas

33 Views

 

Bogor|Kabarindoraya.com, Banyaknya desakan dari berbagai pihak agar pelaksana pembangunan gedung baru RSUD Kota Bogor yakni PT Trikencana Sakti melakukan pakta integritas, akhirnya kesepakatan pakta integritas dibangun antara RSUD dengan PT Trikencana Sakti.

Plt Dirut RSUD dr. Rubaeah mengatakan, pakta integritas sudah dibangun dengan pihak kontraktor pelaksana PT Trikencana Sakti. Penandatanganan pakta integritas itu dihadiri juga oleh Pokja, Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) atau Inspektorat, TP4D dan Direktur PT Trikencana Sakti Utama.

“Pakta integritas sudah dilaksanakan Rabu kemarin di RSUD,” ungkap dia, Kamis (13/6).

Dalam pakta integritas, lanjut Rubaeah, ada sejumlah pokok utama kesepakatan wajib yang akan dipenuhi oleh pihak pelaksana pembangunan diantaranya, pertama pekerjaan pembangunan gedung perawatan baru RSUD harus dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan dan dijanjikan. “Sampai saat ini waktu pengerjaan itu semakin mundur saja, awalnya 200 hari, sekarang sudah tinggal 190 hari. Jadi persoalan waktu pengerjaan itu penting dan mereka harus tepat waktu,” jelasnya.

Kedua soal kualitas hasil pekerjaan pembangunan yang harus sesuai dengan RAB dan speknya. Jadi jangan sampai merubah rubah RAB dan harus sesuai dengan perencanaan. Karena dengan waktu yang sangat pendek mempengaruhi kepada hasil pekerjaan, belum lagi soal anggaran yang juga ikut menentukan hasil kualitasnya. “Pembangunan gedung perawatan baru setinggi 4 lantai itu akan selesai 27 Desember 2019. Jadi ketika selesai nanti, hasil pekerjaannya harus berkualitas sesuai spek,” tegasnya.

Sanksi tegas juga akan diberikan kepada pihak perusahaan pelaksana pembangunan apabila terjadi pelanggaran. Dari mulai teguran hingga melaporkan kepada tim untuk ditindaklanjuti. “Sanksi beratnya selain kena finalty, juga perusahaan itu bisa di-blacklist,” tambahnya.

Selama proses pembangunan, lanjut Rubaeah, tim teknis dan pengawas akan bekerja mengawasi ketat pembangunan itu. Saat ini akan dimulai pembongkaran di lokasi yang akan dibangun dan setelah itu baru mulai persiapan pembangunan. Selain itu, dalam pakta integritas juga diminta agar pihak kontraktor mendahulukan barang-barang yang dibeli secara impor, supaya barang itu tersedia sejak awal.

“Ada sejumlah barang impor yang harus disiapkan saat ini, seperti contohnya Jenset yang harus segera diadakan karena itu barang impor. Kita awasi ketat pembangunannya dan tim akan terus memantau,” tutupnya.

(Red)

 

Related posts

Leave a Comment