Bogor | Kabarindoraya.com

Program pemerintah pusat melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan membuka SMA Terbuka di seluruh Indonesia,ada 7 SMA terbuka di Indonesia,hal ini sangat bermanfaat sekali, untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah siswa-siswa di Indonesia.

“Terutama siswa yang memperoleh pendidikan secara reguler,maka mereka bisa mendaftarkan dirinya menjadi siswa di SMA terbuka yang dilakukan secara gratis, bahkan mereka mendapatkan uang saku dari pemerintah.

Untuk dikabupaten Bogor sendiri, SMA Negeri 1 Leuwiliang sudah dari awalnya merupakan sekolah terbesar sebagai sekolah terbuka. tujuh sekolah terbuka di Indonesia , terbesar nya di SMA Negeri 1 Leuwiliang.

“SMA ini membuka diri untuk anak anak yang ada di kabupaten Bogor, dan disekitar kabupaten Bogor, seperti dari Rangkas, Tanggerang, Sukabumi, Tangsel, mereka bersama-sama ” ingin bersekolah di sekolah terbuka, ini sangat menguntungkan, mereka selaku individu,tetap bisa bekerja, tetap bisa melanjutkan yang namanya pendidikan karena pada dasarnya pertemuannya untuk selama satu Minggu ya pertemuan proses pembelajaran itu ada pada hari Sabtu dan hari Minggu,” kata Kepala SMAN 1 Leuwiliang Senin.19/10/2020 DR.H.Bambang Supriyadi M.Pd.

Lebih jauh dia mengatakan, SMA negeri 1 Leuwiliang untuk saat ini , sudah sekitar 12 tahun menjadi induk dari SMA terbuka yang tergabung dalam tkb-tkb tempat kegiatan belajar yang ada di pelosok-pelosok di wilayah Bogor.

“Karena kabupaten Bogor mayoritas dan atau 85% Lebih adalah wilayah pedesaan,dan Alhamdulillah wilayah-wilayah yang tidak terjangkau oleh transportasi maupun terjangkau oleh sarana pendidikan formal, bisa mereka melakukan sekolah”imbuhnya.

Bahkan, sambung dia, ada yang salah satu testimoni anak mengatakan bahwa bisa lulus dari SMA, karena mereka bisa sekolah di SMA terbuka, satu hal yang membanggakan warga masyarakat yang ada disekitar gobang kecamatan Rumpin, mereka bisa selesai pendidikan 12 tahun, melalui SMA terbuka.

“Keunggulan untuk pendidikan SMA terbuka, kecuali dibidang akademik maupun non akademik, mereka tetap bisa mendapatkan fasilitas dari pemerintah pusat, mereka juga mendapat kan yang namanya life skill , keterampilan -keterampilan, seperti program tahun ini, life skill nya mereka membuat anyaman bambu, karena mereka dipasilitasi melalui blogrand dari pemerintah Ahirnya mereka benar-benar mahir, didalam membuat anyaman,alat-alat yang terbuat dari bambu dan rotan,” ini salah satu contoh pungkas Bambang. (sob)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here