Bogor | Kabarindoraya.com

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun ajaran 2020/2021 di SMA Negeri 3 Cibinong,kabupaten Bogor menyisakan banyak persoalan,Pasalnya Pihak sekolah  diduga melakukan pungli berdalih Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) yang memberatkan Orang tua siswa.Bagaimana tidak Besaran Sumbangan yang yang telah ditentukan nilainya yaitu sebesar 6.250.000 (Enam juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk kelas 10 dan 300 ribu rupiah untuk  kelas 11 dan 12 sangat membebani wali murid ditengah sulitnya Ekonomi akibat wabah covid-19.

“Kami dirapatkan oleh pihak SMA Negeri 3 Cibinong pada saat daftar ulang dan disuruh membayar dana sumbangan pendidikan yang telah ditentukan nilainya yang sangat-sangat memberatkan kami, Dan Kami tidak bisa berbuat banyak karena  khawatir akan berdampak terhadap anak kami jika kami menolak sumbangan tersebut,” ungkap salah satu wali murid Kelas 10 yang enggan disebut namanya.

Sementara itu,Kepala Sekolah SMAN 3 Cibinong,Asep Anwar ketika di konfirmasi  di kantornya Jumat,(24/7/2020) membantah ada pungli DSP yang seperti yang dituduhkan,yang ada sumbangan,banyak nya guru honorer disebut menjadi alasan untuk meminta sumbangan kepada Orang tua siswa.

“Itu tidak benar jika dikatakan pungli karena  kami tidak memberikan waktu harus lunas, dan kami tidak membatasi berapa sumbangan yang akan diberikan,misalkan ada yang Nyumbang 10 juta atau 3 juta mangga ,tidak ada pun tidak masalah itu lah namanya subsidi silang,” ungkapnya tersenyum.

Sementara, Asep suanggana Kabid PMU Disdik provinsi Jabar, ketika di konfirmasi melalui ponsel nya jumat  (24/7) terkait tentang adanya DSP di SMAN 3 Cibinong,ia mengatakan PPDB bukan bagian saya.. coba konsultasi kan ke KCD nya,atau ke Kabid menangani nya kabid PSMA.

Terkait hal Ini,Orang tua siswa berharap Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat turun tangan dan segera memanggil kepala sekolah SMA Negeri 3 yang bertanggung jawab penuh adanya dugaan pungli yang dibungkus sumbangan.Karena persyaratan sumbangan ke sekolah harus berdasarkan saran tindak dari Saber pungli Jabar. Yakni, tidak ditentukan besarannya dan harus suka rela dari orang tua siswa.

Lalu, tidak ditentukan waktu pembayaranya, Serta ada surat tidak keberatan menyumbang secara tertulis di atas materai, jelas peruntukannya, dan disimpan di rekening komite sekolah.(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here