Krui | Kabarindoraya.com

Meskipun telah dianggarkan dari Dana Desa (DD) sejak tahun 2020 dan berlanjut pada tahun 2021, dengan total dana mencapai Rp 1 miliar lebih. Namun sampai saat ini Balai pertemuan Pekon Mon kecamatan Ngambur kabupaten Pesisir Barat, Lampung belum juga selesai pembangunannya, sehingga belum ditempati.

Bahkan diduga dalam proses pembangunan gedung tersebut ada  oknum tenaga ahli proyek itu yang ikut “bermain” menjadi penyuplai dalam pengadaan bagian dari material gedung tersebut.

Pantauan dan temuan wartawan di lokasi pembangunan balai pertemuan tersebut, Sabtu 20 November 2021, bangunan tampak kosong di bagian luar gedung terlihat pagar depan dan gapura belum selesai dalam pengerjaan perapihannya. Tumpukan paving block juga terlihat di depan gedung tersebut.

Tidak ada pekerja yang melaksanakan pembangunan itu.Plang proyek itu juga tidak terlihat dipasang  dilokasi tersebut.Sementara dibagian dalam gedung tersebut terlihat tampak ruangan kotor , gedung itu kosong dan belum ditempati.

Peratin Pekon Mon, Arwansyah, ditemui dirumahnya, Sabtu 20 November 2021 mengakui bahwa terjadi keterlambatan dan molornya waktu pembangunan gedung balai pertemuan tersebut, tidak sesuai jadwal awal yang direncanakan. Meskipun pembangunannya telah di mulai sejak tahun 2020 lalu bersumber dari DD Pekon itu.

“Luas gedung balai pertemuan itu 15X25 meter. Luas tanahnya saya minta 40 meter persegi, waktu itu.Saya akui proses pembangunannya lambat, target kami bulan 10 tahun 2021 ini selesai, kami sudah pindah ke sana. Tetapi bagaimana, tahun 2020 saja lima kali ganti tukang yang melaksanakan pengerjaan pembangunannya, ” kata Arwansyah.

” Tahun 2020 lalu dianggarkan dari DD Rp600juta lebih untuk pembangunan balai pertemuan, dipangkas untuk  Pemasangan granit pemasangan plapon pokoknya finishing  pekerjaan itu, karena covid19.  dan tahun 2021 dianggarkan Rp400juta lebih untuk penerusan finishing  pembangunan gedung dan pembangunan pagar keliling. Sekarang tinggal propil gapura lagi. memang lambat prosesnya paling paling satu meter dua meter. Targetnya pertengahan bulan Desember kami harus pindah ke sana (menempati kantor itu), kalau gak selesai kami offside dari waktu yang ditetapkan,” sambungnya.

Kata Arwansyah, selama tahun 2020 dan 2021 dana bersumber dari DD tidak ada pembangunan fisik lain yang dilakukan di Pekon itu, pihaknya  konsentrasi dalam pembangunan balai pertemuan itu.

Ia mengatakan bahwa benar ada oknum tenaga ahli yang menjadi penyedia atau yang mengadakan kaca akrilik dan huruf, bangunan balai pertemuan tersebut. Alasannya kata Arwansyah karena mereka tidak mengetahui secara persis dimana tempat membeli sehingga menyerahkan sepenuhnya oknum tersebut untuk menjadi penyedia material yang menjadi bagian dari gedung tersebut.

“Sebetulnya bukan pendamping itu tetapi, yang nge RAB bangunan itu, Ajib dari bandar lampung ,tim ahli. Ia ,kaca akrilik dan hurup itu(tulisan balai pertemuan-red), karena saya gak tahu dimana tempat belinya daripada saya belikan tidak pas. Mereka yang nge RAB, mereka yang tahu barangnya, ia yang mengadakan, karena saya angkat tangan gak tahu dimana belinya apalagi TPK saya. Harga satuan saya gak tahu yang penting kata saya sesuai dengan harga satuan RAB nya,” kata Arwansyah.

Arwansyah juga mengakui pembangunan gedung itu kurang rapi  ada bagian dinding temboknya yang tidak rata, namun ia mengatakan kalau kwalitas bangunan sudah sesuai dengan aturan.

(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here