Berita Daerah Bogor Raya BUMD Ekonomi Headline Hukum Kab Bogor Kabar Daerah kesehatan Nasional News Pemerintahan Politik Teropong Warga 

Tersandera..!! Orang Miskin, Jangan Bersalin di RSUD Cibinong

238 Views

Bogor Kabarindoraya.com |

Menjadi orang miskin jangan bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten bogor. Lantaran kembali RSUD Cibinong sandera pasien persalinan Ariska Putri Dewi (23), warga Purbalingga–Jawa Tengah, terpaksa harus tinggal di ruang Anggrek di RSU Cibinong – Bogor.

Beruntung Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto respon dan menjamin biaya persalinan Ariska Putri Dewi warga Purbalingga, Jawa Tengah, bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, Kabupaten Bogor.

Hal ini dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ruddy Susmanto merasa sedih atas tersandra seorang yang melahirkan di RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor.

“Saya prihatin atas penyanderaan orang yang melahirkan d RSUD Cibinong. Padahal seharusnya orang melahirkan itu adalah menjadi kabar bahagia untuk keluarganya” kata Rudy melalui ponselnya ke Dirut RSUD Cibinong, Senin (2/12/2019).

Namun WhatshApp (WA( tersebar di grup WA PWI Kabupaten Bogor, Rudy prihatin dan juga merasa sedih menimpa keluarganya yang berita bahagia tapi kesedihan atas tertahan akibat tidak ada biaya persalinan.

“Seharusnya, kabar gembira malah kesedihan akibat tertahan di RSUD Cibinong, ” di kutipan WA Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu.

Sikap prihatin Rudy saat mendapatkan berita dari wartawan, yang intinya orang melahirkan tidak bisa pulang lantaran belum bisa membayar biaya persalinan.

Akibatnya, dia langsung merespon untuk melakukan langkah langkah penyelesaian melalui Dirut RSUD Cibinong, diperoleh keterangan masih dalam proses pemulangan.

Wakil Direktur (Wadirut) Adm, H Bustomi saat dikonfirmasi melalui WA menyarankan agar menghubungi Wadirut Pelayanan dr Uli.

Namun saat yang bersangkutan ketika diminta konfirmasi Uli ia mengaku sakit, tengah dalam perawatan.

“Maaf saya lagi di infus pak, ” jawabnya langsung mengakhiri telepon selulernya.

Sebagaimana ramai diberitakan, Ariska belum bisa meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumahnya bersama bayinya,yang baru berumur tujuh hari, karena tidak mampu membayar biaya persalinan di rumah sakit tersebut.

Ariska Putri Dewi (23), warga Purbalingga – Jawa Tengah, terpaksa harus tinggal di ruang Anggrek di RSU Cibinong – Bogor.

“Saya tidak bisa pulang bersama anak saya setelah melahirkan,karena suami saya belum bisa membayar biaya rumah sakit, saya sudah pengen keluar dan pulang,” kata Ariska saat ditemui di ruang Anggrek RS Cibinong–Bogor, Minggu (1/12/2019).

Dia harus membayar sebesar Rp 12 juta untuk biaya administrasi persalinan anaknya tersebut.

Tomo suami Ariska menyebutkan, berencana menggunakan kartu BPJS. Namun Saat di gunakan ternyata belum terbayar selama 2 tahun artinya mesti membayarnya supaya bisa digunakan.

Pihak RSU sudah memberikan kesempatan bahkan melebihi waktu yang ditentukan .Tomo suami dari Ariska tidak bisa juga menyelesaikannya.

Sekarang ini Tomo sedang berusaha pergi ketempat dimana ia ngontrak untuk minta surat domisili dan surat keterangan tidak mampu (SKTM) buat pegangan jika sewaktu-waktu di butuhkan.Dan berharap istri dan anaknya bisa keluar dari rumah sakit ,

“Saya sedang minta pinjaman ke sana sini namun belum dapat dan saya berharap sekali juga ada bantuan” tambahnya dari Tomo suami pasien yang berprofesi sebagai buruh ini,dan sampai saat ini mereka masih berada di RSU Cibinong. (Redaksi)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: