Berita Daerah Bisnis Bogor Raya Ekonomi Headline Nasional News Pemerintahan Politik 

Tolak Relokasi, PKL Walkout Saat Rapat

89 Views

Bogor | Kabarindoraya.com

Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Lawang Saketeng dan Jalan Pedati membubarkan diri atau walk out saat dilakukan rapat sosialisasi soal rencana relokasi sebanyak 696 pedagang ke Pasar Bogor, Jumat (28/2/2020).

Kericuhan terjadi saat pihak Pemkot Bogor dan Perumda Pasar Pakuan Jaya menyampaikan rencana sosialisasi ke 2 dalam rangka relokasi PKL tanggal 6 Maret 2020. Pedagang membubarkan diri meninggalkan aula kantor Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, sambil berteriak menolak rencana relokasi dari Pemkot Bogor. Beruntung tidak terjadi kericuhan yang besar, pedagang langsung meninggalkan lokasi rapat.

Perwakilan pedagang Uji Syam mengatakan, seluruh pedagang Lawang Saketeng dan Jalan Pedati menolak relokasi tanggal 6 Maret. Alasannya sudah disampaikan beberapa kali kepada pihak Pemkot Bogor. “Kami minta agar waktu relokasi ditangguhkan sampai lebaran. Itu sangat realistis melihat situasi kondisi saat ini,” tegasnya.

Lanjut Uji, sebentar lagi akan menghadapi bulan puasa dan tahun ajaran baru, sehingga semuanya juga membutuhkan anggaran dan keuangan. Kalau sekarang harus pindah, maka pedagang akan merugi. “Apakah pihak Pemkot Bogor mau bertanggung jawab atas kerugian yang dialami pedagang?,” tanya nya.

Senada, kordinator pedagang, Irpan Efendi mengatakan, sesuai dengan kesepakatan bersama seluruh pedagang, untuk relokasi minta dimundurkan hingga lebaran. Ini menyangkut soal nasib pedagang yang harus diperjuangkan menjelang bulan puasa maupun kebutuhan mendesak lainnya. Ketika pedagang dipindahkan, belum tentu langsung normal seperti biasanya, artinya pendapatan pedagang belum jelas kalau dipindahkan.

“Apa Pemkot Bogor mau bertanggung jawab ketika pedagang sepi dan tidak laku jualannya di tempat yang baru. Kami minta waktu mundur sampai lebaran itu sangat realiastis, demi kelangsungan kehidupan pedagang,” tegasnya.

Sementara, Dirut PPPJ Muzakkir mengatakan, pihaknya tetap melanjutkan program yang sudah dijadwalkan yaitu eksekusi relokasi pada tanggal 6 Maret 2020. “Program tetap kita jalankan untuk relokasi nanti,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa PPPJ lebih fokus merapihkan tempat untuk mempersiapkan lokasi bagi pedagang. Sebelum direlokasi tanggal 6, sehari sebelumnya akan dilakukan pengocokan lapak. “Kita berharap semua pedagang akan mendapatkan masing masing lapaknya, tetapi saat ini baru 400 am pedagang tertampung, sisanya bisa bergiliran sistem shif antara pedagang malam dan siang,” jelasnya.

(Red)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: