Bisnis Bogor Raya Ekonomi Headline Nasional News Pemerintahan Politik 

Tolak Surat Edaran Soal Relokasi, Perwakilan PKL Lawang Saketeng-Pedati Datangi Gedung DPRD

108 Views

 

Bogor | Kabarindoraya.com

Beredarnya surat yang dikeluarkan Dinas UMKM bernomor 511.23/140.pkl, yang disebarkan kepada para Pedagang Kali Lima (PKL) di Lawang Saketeng dan Jalan Pedati, pada Selasa (25/2/2020), mendapat penolakan dari pedagang.

Perwakilan pedagang Lawang Saketeng dan Jalan Pedati, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor mendatangi gedung DPRD Kota Bogor.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi penangguhan relokasi PKL ke Pasar Bogor yang dijadwalkan tanggal 6 Maret 2020.

Dalam surat bernomor 511.23/140.pkl disebutkan salah satu poinnya adalah PKL yang menempati ruang milik jalan pedati, Lawang Saketeng, Rangga Gading, dan Kampung Cingcau untuk segera mengosongkan dan membongkar sendiri kios atau lapak masing masing paling lambat 6 Maret 2020.

“Kami minta ini ditangguhkan kita ingin ada pertemuan, duduk bareng dengan legislatif dan eksekutif termasuk dinas terkait serta ketua DPRD untuk memecahkan masalah ini,” ujar perwalikan pedagang, Irpan Efendi.

Irpan menyebutkan, perjuangan ini untuk 690 PKL yang ada di Lawang seketeng-Jalan Pedati, dan mereka punya keluarga hampir 80.000 jiwa berikut orang yang ada di rumah. Permohonan penangguhan sangat realistis karena menyangkut sejumlah faktor, salah satunya harapan pedagang bisa mengais rejeki di bulan puasa jelang lebaran.

“Bulan puasa sampai lebaran merupakan moment bagi pedagang menghasilkan pendapatannya. Pemerintah harus memikirkan nasib pedagang dan semua warga yang mengais rejeki di pasar. Kami siap direlokasi, tapi waktunya mohon sampai lebaran,” harapnya.

Irfan juga meminta selama proses ini, para pedagang dilibatkan dalam proses penataan kawasan tersebut. Terkait surat yang sudah beredar, sama sekali tidak melibatkan pedagang. “Kita tidak dilibatkan dalam proses menentukan waktu relokasi, tiba tiba saja ditetapkan tanggal 6 Maret, padahal kami pedagang belum menyetujui ataupun dimintai kesepakatannya. Kita berharap, Pemkot Bogor melibatkan kami dalam program relokasi ini,” tandasnya.

(Red)

Related posts

Leave a Comment

%d blogger menyukai ini: