Bogor | Kabarindoraya.com

Fenomena “banjir” disiang bolong terjadi di Jalan Sholeh Iskandar (Solis), tepatnya di Kelurahan Kedungbadak, Kecamatan Tanah Sareal, kota Bogor.(4/10/20)

Menurut informasi yang di himpun ini sudah berjalan sejak lama. Hal tersebut menjadi perhatian Dewan Pimpinan Daerah MAPANCAS Kota Bogor.

Kondisi gorong-gorong yang memprihatinkan menyebabkan genangan meluber ke jalan raya. Selain mengganggu warga yang melintas, percikan dari kendaraan yang melintas menjadi keluhan warga ketika melewati genangan ini.

Dalam Menjalankan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum RI Nomor 12/PRT/M/2014 Bab IV pasal 31 terkait Peran Masyarakat dan Swasta dalam Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan.

DPD MAPANCAS Kota Bogor mengeluhkan pengelolaan drainase atau pembuangan massa air secara alami atau buatan di kota Bogor yang semrawut menodai wajah Pemerintah Daerah Kota Bogor dalam hal ini dinas PUPR terkait yang mempunyai wewenang dan tanggungjawab.

Berdasarkan fakta di lapangan M. Ridho Sekretaris DPD Mapancas Kota Bogor melihat langsung kondisi daerah yang tergenang air dan berbau sampai ke badan jalan.

“Di beberapa titik ini semrawut. Memakan badan jalan dan berbau tidak sedap, seperti di jalan Sholeh Iskandar Kedungbadak,” katanya kepada reporter kabarindoraya.com

“Belum lagi di beberapa titik lain, kami menduga ini akibat dari pembangunan sejumlah proyek yang tidak memperhatikan Rencana Induk Drainase Kota Bogor terkait Sistem Jaringan Drainase Perkotaan;” sambungnya.

Masih kata ridho, pihaknya menuntut pemerintah kota Bogor mengambil perhatian lebih terhadap Pengelolaan Drainase untuk menjaga hak masyarakat dan lingkungan.

“Harus ada sikap tegas dari pemkot, karena masyarakat yang merasakan dampaknya,” cetusnya.

Hal senada juga di ungkapkan ‘NS’ warga Cibuluh Raden Hasan RT.09/RW.08 yang mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab terkait urusan tersebut, dan kepada siapa kami warga keluhkan permasalahan yang sudah lama terjadi ini.

“Ini sudah lama seperti ini, tapi tidak ada langkah perbaikan yang diambil, kita bingung siapa yang harus bertanggungjawab?” Keluh nya dengan nada kesal.

Untuk lebih lanjut lagi, DPD Mahasiswa Pancasila (MAPANCAS) Kota Bogor menyoroti keluhan warga tersebut dengan membentuk Tim Pemerhati Pembangunan Daerah yang nantinya akan melakukan investigasi terkait permasalahan tersebut. (Shl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here